Hari ini, Kamis (1/8), ratusan penonton 'Produce X 101' di Korea yang telah memberikan voting SMS resmi mengajukan gugatan terhadap program tersebut. Dalam pengaduannya, mereka juga mengajukan beberapa tuntutan seperti berikut ini.
- Eva Lestari
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 09:47 WIB
WowKeren - Permasalahan soal dugaan adanya manipulasi peringkat akhir "Produce X 101" kini semakin panas. Pasalnya, ratusan penonton Korea yang telah memberikan voting secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap "Produce X 101".
Hal ini diumumkan oleh seorang perwakilan dari MAST Law & Consulting. Pihaknya menyampaikan bahwa sebanyak 272 pemirsa, yang semuanya telah membayar untuk memberikan voting SMS akan mengajukan gugatan pada pagi hari.
"Hari ini, total 272 penonton 'Produce X 101' akan mengajukan gugatan formal dan keluhan hukum terhadap (pertunjukan) mengenai kecurigaan manipulasi suara di Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul pada pukul 11.00 (waktu Korea)," ujar perwakilan tersebut.
Dalam pengaduan resminya, penggugat atau 272 penonton ini meminta agar pihak yang berwajib menyelidiki masalah ini dengan teliti. Mereka juga menuntut agar pihak "Produce X 101" merilis data mentah hasil voting di ajang final.
"Hasil pemungutan suara di atas tampak sangat tidak wajar untuk jadi hasil pemungutan voting online dan SMS selama satu minggu, yang jumlahnya lebih dari 1,4 juta," terang penonton. "Tampaknya masuk akal untuk mencurigai bahwa hasil pemungutan suara yang dirilis mungkin berbeda dari hasil pemungutan suara yang sebenarnya."
"Jika program itu merilis data mentah dari hasil pemungutan suara sejak awal kontroversi ini dimulai, maka tidak akan ada masalah," jelas mereka. "Karena subyek dari program ini adalah 'produser nasional yang bisa memilih idol secara pribadi', maka setiap pemalsuan dari suara itu sendiri adalah suatu penipuan yang dilakukan pada penonton dan pendukung program."
"Karena 'Produce X 101' telah mengakui bahwa ada kesalahan dalam menghitung jumlah total suara, itu adalah tugas mereka untuk membuktikan bahwa (itu suatu kesalahan dan bukan manipulasi suara) dengan bukti yang meyakinkan," ujar mereka.
"Kami berharap dapat mencegah (kejadian serupa) terulang di masa depan dengan mengungkap kebenaran secara jelas tentang kecurigaan manipulasi suara ini," imbuh mereka. "Oleh karena itu, kami mendesak kantor kejaksaan untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan memberikan hukuman yang tegas."
Sementara itu, pada Rabu (31/7) kemarin, polisi dikabarkan telah melakukan penyitaan terhadap berkas-berkas "Produce X 101". Di sisi lain, 11 peserta terpilih akan debut sebagai anggota X1 pada 27 Agustus mendatang.
(wk/eval)