Daesung Big Bang Putuskan Jual Gedungnya yang Dikabarkan Jadi Tempat Pelacuran?
Selebriti
Daesung Tersangkut Prostitusi

Channel A melaporkan bahwa Daesung berniat menjual gedung miliknya yang menjadi kontroversi di mana penyanyi kelahiran 1989 itu menawarkan dengan harga 40 miliar won (sekitar Rp 469 miliar).

WowKeren - Daesung Big Bang saat ini tengah tersandung kontroversi terkait gedung di kawasan Gangnam, Seoul yang dimilikinya. Gedung yang dibelinya pada akhir 2017 itu diduga dijadikan lokasi bisnis hiburan malam termasuk prostitusi.

Pada Kamis (1/8), Channel A melaporkan bahwa Daesung berniat menjual gedung tersebut. Menurut laporan, gedung milik penyanyi kelahiran 1989 itu ditawarkan dengan harga 40 miliar won (sekitar Rp 469 miliar). Jika terjual dengan harga sekian, maka Daesung akan untung sebanyak 5 miliar won (sekitar Rp 58 miliar).


Seorang reporter dari Channel A menelepon seorang pialang untuk menanyakan gedung tersebut setelah mengungkapkan bahwa ia adalah seorang reporter. Si pialang berpura-pura tidak tahu dan menjawab bahwa dia tak tahu siapa Big Bang. Ketika reporter menelepon lagi dengan kedok pembeli yang tertarik dan bertanya apakah Daesung menawarkan bangunannya, pialang real estat itu menjawab, "Ya, itu benar. Ada tim yang bekerja secara diam-diam untuk menjualnya. Kami akan mewujudkannya dengan cepat."

Daesung Big Bang Putuskan Jual Gedungnya yang Dikabarkan Jadi Tempat Pelacuran?

Soompi

Si pialang menyatakan bahwa Daesung pertama kali menunjukkan minat untuk menjual bangunan itu pada Juni, yang menurut laporan, adalah setelah pihak Daesung sadar bahwa Channel A sedang bersiap untuk melaporkan bisnis hiburan malam ilegal di dalam gedung pada akhir Maret.

Pialang real estat itu terus membujuk "pembeli" dengan meyakinkannya bahwa agensi Daesung juga terlibat dalam proses penjualan. Si pialang menyatakan, "Ya, ini 'Y Entertainment'. Saya tidak akan menambahkan 'G'." Di sisi lain, YG Entertainment membantah keterlibatan apa pun.

Sebuah sumber dari industri real estat mengatakan bahwa tidak biasa jika sebuah bangunan bernilai puluhan miliar won dikembalikan ke pasar secepat ini. Mereka berkata, "Orang biasa tidak melakukan itu karena melikuidasi real estat tidak mudah."

Channel A mengakhiri laporan mereka dengan menambahkan bahwa polisi mengalami kesulitan dengan penyelidikan mereka karena bisnis hiburan malam di gedung milik Daesung sudah mulai ditutup.

You can share this post!

Related Posts