Satia Putra seorang anak asal Karawang yang menderita obesitas dengan berat badan mencapai 110 Kg telah meninggal dunia. Ini permintaan sang bocah sebelum hembuskan nafas terakhir.
- Wahyu
- Senin, 30 September 2019 - 10:28 WIB
WowKeren - Satia Putra yang merupakan seorang bocah obesitas berusia 7 tahun asal Karawang telah meninggal dunia pada Sabtu (28/9). Satia meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB di rumah sakit setelah mengalami gangguan sesak nafas dan batuk.
Satia Putra sendiri sebelumnya telah menjadi viral di kalangan publik karena berat badan yang dimilikinya mencapai 110 Kg. Kini jasad Satia akan dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang pada Minggu (29/9) siang.
Kematian Satia ini meninggalkan duka yang mendalam bagi orang tuanya yaitu Sarli (60) dan Komariah (40). Sang ayah lantas menceritakan kembali seputar kepergian anak bungsunya tersebut.
Sarli menceritakan jika Satia sempat dirawat di Puskesmas lantaran terus mengeluh sesak nafas dan mengalami batuk. Dokter di Puskesmas lantas merujuk Satia untuk segera dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
"Saya pinjam cator ke Pak Lurah (kades)," cerita Sarli saat ditemui di rumahnya Desa Pasirjaya, Kabupaten Karawang pada Minggu (29/9). "Baru beres-beres, catornya dibersihin, udah gak ada (meninggal) sekitar jam sembilan malam."
Satia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya bahkan beberapa kali sempat mengatakan jika sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya. "Pak saya nggak kuat, soalnya sakit banget," kata Sarli menirukan perkataan sang putra.
Kepergian sang putra untuk selama-lamanya masih tidak dipercayai Sarli. Apalagi Satia juga terlihat masih baik-baik saja pada hari Sabtu (28/9) sekitar pukul 12.00 WIB setelah sempat bermain dan memboncengnya naik motor.
Sarli juga membeberkan permintaan terakhir sang anak sebelum meninggal dunia. Satia sempat merengek untuk dibelikan mainan sebanyak tiga buah, saat dilarang Satia justru mengamuk. Satia bahkan sampai menangis dan terus memohon untuk dibelikan tiga mainan tersebut dengan berjanji tidak akan pernah meminta lagi selamanya.
"Masih terngiang saat memaksa dibelikan tiga buah mainan sekaligus sambil berkata tidak akan minta mainan lagi selamanya," kata Sarli. "Awalnya tidak percaya, namun nasib berkata lain."
Sementara itu, sang ibu yaitu Komariah mengungkapkan jika tiga tahun terakhir memang berat badan Satria mengalami kenaikan drastis. Hal ini karena Satia selalu meminta makan enam hingga tujuh kali per hari bahkan hingga malam sebelum tidur. Jatah makan tersebut masih belum termasuk camilan yang biasanya berupa bakso.
(wk/wahy)