Heboh Markas Pusat Bakal PHK 10 Ribu Karyawan, HSBC Indonesia Buka Suara
Nasional

Sebelumnya, HSBC Holdings Plc juga dikabarkan akan memangkas 4.000 karyawannya di seluruh dunia. Hal itu merupakan buntut dari gejolak global yang tengah berlangsung.

WowKeren - Kabar menghebohkan datang dari London. HSBC dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 ribu karyawan mereka di seluruh dunia. Terkait hal ini, PT HSBC Indonesia angkat bicara.

HSBC Indonesia menuturkan bahwa isu terkait PHK karyawan adalah isu lama. Hal itu sebagaimana dituturkan oleh Juru bicara HSBC Indonesia Daisy K. Primayanti. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, HSBC Group justru terus melakukan perekrutan karyawan di kawasan Asia.

"Itu berita lama, bukan suatu hal yang baru," kata Daisy dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (8/10). "Bahkan, di level HSBC Grup mereka terus merekrut staf khususnya di kawasan Asia."

Sebelumnya, HSBC Holdings Plc juga dikabarkan akan memangkas pegawainya hingga 4.000 orang. Jumlah tersebut setara dengan 2 persen tenaga kerja HSBC secara keseluruhan di seluruh dunia. Adapun keputusan itu diambil sebagai upaya untuk mengatasi gejolak global.


Daisy menuturkan bahwa HSBC Indonesia sendiri memiliki sekitar 4.000 karyawan. Meski demikian, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait kondisi karyawan usai rencana PHK oleh HSBC Holdings mencuat. "Kami tidak mau berkomentar lebih lanjut," tegasnya.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa HSBC terus melakukan pengembangan bisnis dengan membuka cabang-cabang baru di seluruh kota di Indonesia. Hingga saat ini, HSBC tercatat memiliki cabang di lebih dari 25 kota di Indonesia. Jumlah itu berkembang dari yang sebelumnya hanya ada di 6 kota. "Sebagaimana yang selalu disampaikan, kami terus meniti cita-cita untuk pertumbuhan," terang Daisy.

Dilansir dari AFP, upaya pemangkasan jumlah karyawan dilakukan sebagian besar pada para pekerja yang telah bergaji tinggi. Hal itu bertujuan untuk menekan biaya operasional yang dilakukan oleh bos baru HSBC Holdings, Noel Quinn.

"Kami sudah tahu selama bertahun-tahun bahwa kami perlu melakukan sesuatu pada basis biaya kami yang komponen terbesar di antaranya adalah orang," kata sumber yang tidak disebutkan namanya. "Sekarang kami akhirnya menangkap masalah itu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts