Modus Begal, Pelaku Penganiaya Athalla Naufal Komplotan Kelas Kakap?
wowkeren/fernando
Selebriti

Pelaku pengeroyokan adik Verrell Bramasta diduga melakukan aksinya secara acak di kawasan Ragunan. Athalla yang menyetir seorang diri pun seketika diincar.

WowKeren - Pihak kepolisian Polda Metro Jaya telah menangkap lima orang pelaku pengeroyokan adik Verrell Bramasta, Athalla Naufal. Pelaku yang terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua perempuan itu ternyata bukanlah anggota atau sopir angkot.

Diduga pelaku penganiayaan putra Venna Melinda itu adalah kelompok begal. Angkot yang dibawa para pelaku ternyata hanyalah modus demi melancarkan aksi mereka.


Hal ini disampaikan oleh pengacara Athalla, Andana Marpaung. Barang bukti berupa jaket Athalla yang robek hingga plat nomor kendaraan angkot telah diamankan.

"Kamuflase. Saya dapat informasi hanyalah kamuflase," terang Andana saat ditemui WowKeren di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, pada Rabu (23/10). "Mereka berkelompok. Makanya sekali dapetnya kan di rumah."

Dalam kejadian tersebut tidak ditemukan adanya senjata tajam. Namun pihak Athalla masih menunggu hasil visum.

"Sajam enggak ada. Dongkrak iya. Tinggal nanti visumnya akan keluar. Kita tunggu saja, itu kan proses dari kepolisian ya kita harus tunggu," kata Andana. "Biar lengkap semua berkasnya agar bisa dikirim ke kejaksaan dan kita akan sidang."

Pelaku diduga melakukan aksinya secara acak di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Athalla yang menyetir seorang diri dengan mobil mewahnya membuat kelima pelaku tersebut mengincar sejak jalan Cilandak KKO hingga berhenti di daerah Cigancur, Jakarta Selatan.

"Jadi mungkin Athala ini random ya. Mungkin dilihat dia malam-malam, dini hari keluar nyetir mobil sendirian. Ini modus-modus begal," ujar Andana. "Itu daerah Ragunan, sepi, pas mau Azan subuh dan dia stir sendirian."

"Itu kelihatan banget kalau dari depan ini anak sendirian," lanjut Andana. "Itu sudah jadi incaran begal. Pembelajaran buat Athala."

Para pelaku pun rupanya saling mengenal satu sama lain. Lantas, benarkah pelaku adalah komplotan begal kelas kakap?

"Saya tidak tahu komplotan itu komplotan yang terorganisir, tetapi mereka saling mengenal satu dan lainnya," tambah Andana. "Itu dipenyidikan. Yang kita dapat info antara dua perempuan dan tiga laki-laki itu mereka saling kenal."

"Kalau dibilang mereka saling kenal iya, tapi kalau dibilang dalam struktur organisasi yang besar saya tidak tahu," tandas Andana.

You can share this post!

Related Posts
Loading...