Menjadi salah satu juri dalam ajang Police Movie Festival 2019, Prilly Latuconsina sempat tidak percaya. Ia pun mengaku tidak akan semena-mena dalam menilai.
- Diah Candra Trisanti
- Sabtu, 26 Oktober 2019 - 23:41 WIB
WowKeren - Prilly Latuconsina patut berbangga diri. Ia didapuk sebagai salah satu juri dalam Police Movie Festival (PMF) 2019. Tentu saja ini menjadi pengalaman pertama Prilly.
Awalnya Prilly sempat minder dan tidak percaya saat ditunjuk sebagai juri. Ia pun mengaku banyak berkonsultasi dengan Monty Tiwa.
"Aku sebenarnya pede enggak pede sih, lihat nama jurinya yang sudah senior banget, sudah lama banget berdedikasi perfilman Indonesia. Aku bisa dibilang baru terjun ke dunia film," ujar Prilly saat ditemui WowKeren di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (26/10). "Sebenarnya pas ditawarin aku tuh yang heran dulu lihat chatting-nya, serius enggak sih?"
"Aku konsul ke Pak Monty kebetulan aku dekat banget sama Pak Monty dan anggap dia ayahku. Jadi apapun tawaran yang ada konsul dulu," terang Prilly. "Pak Monty ini yakin aku jadi juri Police Film Festival."
Diakui Prilly, Monty sangat memberikan dukungan untuknya. Ia pun akhirnya berani mencoba. Dalam kesempatan ini, mantan kekasih Maxime Bouttier itu pun enggan semena-mena memberikan nilai.
"Terus apakah aku capable segala macem, jawaban Pak Monty akan ada namanya pertama kali setiap hal. Jadi harus kau coba dan aku berani," terang Prilly. "Aku jadi juri bukannya semen-mena aku menilai, ini jadi bahan pembelajaran."
Prilly memang menjadi juri termuda dibanding yang lain. Selain Prilly ada pula Rio Dewanto dan Chico Jericho. Ia mengaku masih belajar cara menentukan film yang bagus mulai dari directing hingga sound design.
Menjadi juri, gadis yang sempat dikabarkan dekat dengan Aliando ini cukup selektif. Bagian tersulit adalah ketika ia menilai bagian directing.
"Yang membuat paling sulit itu menentukan directed, karena film itu kan selera ya," tambah Prilly. "Yang menurut aku bagus belum tentu menurut yang lain bagus, belum tentu menurut juri yang lain bagus."
Memiliki jadwal yang cukup padat, Prilly mengaku cukup kelabakan membagi waktu. Di satu sisi ia masih harus kuliah dan syuting, tetapi di sisi lain ia juga harus menyaksikan puluhan film untuk memberikan penilaian.
"Jadi itu beban juga, apalagi di tengah-tengah aku kuliah, syuting, kapan nontonya gitu kan? Karena ada 40-an film yang harus aku tonton," ujar Prilly. "Jadi aku sempet-sempetin terus harus konsenterasi juga di lokasi syuting karena kan berisik dan harus kasih nilai, gitu kan, terus harus tek-tok-kan sama Pak Monty. Kalau dibilang beban, ya beban banget sih sebenarnya."
(wk/diah)