Kejadian dalam video tersebut diketahui berlokasi di proyek pembangunan rest area Km 65-66 Jalan Tol Pandaan-Malang. Video CCTV tersebut terekam pada Senin (28/10) malam.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 30 Oktober 2019 - 14:40 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video rekaman CCTV di Tol Malang-Pandaan. Video tersebut beredar melalui grup WhatsApp pada Selasa (29/10) hingga dibagikan ke sejumlah platform media sosial lain, termasuk Facebook.
Kejadian janggal tampak dalam video viral tersebut. Dalam rekaman berdurasi 27 detik tersebut, tampak beberapa water barrier yang terletak di tepi bergerak ke arah tengah jalan.
Diketahui, water barrier biasanya berisi air dan cukup berat. Namun setidaknya ada 3 water barrier yang bergerak dalam video tersebut. Salah satunya bahkan mencapai tengah jalur bagian kiri, jarak yang cukup jauh dari posisi awalnya.
Video ini mendapat banyak komentar dari warganet. Beberapa warganet bahkan mengaitkan hal ini dengan fenomena mistis.
"Positif thingking, jinnya bantu petugas tol biar yang nyetir kaget enggak jadi ngantuk," komentar akun @it**l_. "Positif thinking aja, mungkin itu setan," timpal akun @Ar***oo. "Kalaupun iya itu gegara setan. Nti klo ada kecelakaan beruntun apakah setan yg jadi pelakunya? Hmm," tambah akun @I**n.
Menanggapi viralnya video tersebut, pihak Jasa Marga Pandaan-Malang pun buka suara. Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Purnomo, video tersebut tidak ada kaitannya dengan fenomena aneh atau gaib.
"Kejadian tersebut terjadi di proyek pembangunan rest area Km 65-66 Jalan Tol Pandaan-Malang pada hari Senin (28/10) pukul 18.00 WIB," terang Agus dilansir Kumparan pada Rabu (30/10). "Water barrier yang bocor mengakibatkan water barrier tersebut kosong sehingga saat terjadi hembusan angin yang cukup kuat."
Pihak Jasa Marga lantas memastikan bahwa water barrier bocor tersebut kini sudah diganti dengan yang baru. Penggantian ini dilakukan agar water barrier tidak bergerak lagi dan menghalangi kendaraan yang melintas hingga menimbulkan bahaya.
"Kami imbau agar masyarakat dapat melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai hal-hal yang sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah," tegas Agus. "Dan bahkan menghubungkan kejadian tersebut dengan ruas jalan tol lainnya di luar Jalan Tol Pandaan-Malang."
(wk/Bert)