Bamsoet Mangkir Dari Rapat Pleno Golkar, Ada Apa?
Nasional

Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo tidak hadir dalam Rapat Pleno bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang digelar pada Selasa (5/11) malam. Ada Apa?

WowKeren - Bambang Soesatyo (Bamsoet) merupakan salah satu pimpinan partai Golkar yang diisukan akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ketua MPR itu dikabarkan sempat tidak akur dengan Ketua Umum Golkar saat ini, yaitu Airlangga.

Meski sempat terilhat akur usai terpilihnya Bamsoet menjadi Ketua MPR, namun isu pencalonan Bamsoet sebagai Ketua Umum Partai Golkar belum juga surut. Apalagi, Bamsoet baru-baru ini diketahui tidak menghadiri Rapat Pleno Golkar yang diadakan pada Selasa (5/11) malam. Dilansir dari Kompas, Bamsoet tidak tampak mendatangi kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat dari rapat dimulai hingga selesai.

Sementara itu, dalam rapat tersebut, DPP menyepakati jadwal penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) serta susunan kepanitiaannya. Dari hasil musyawarah diketahui bahwa Rapimnas rencananya akan digelar pada 14 dan 15 November 2019, sedangkan Munas pada 4 hingga 6 Desember 2019.

Akan tetapi, ketika dikonfirmasi soal alasan ketidakhadiran Bamsoet, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto tidak menjawab secara gamblang. Menurutnya, selain Bambang, ada juga petinggi DPP lain yang tidak hadir dalam Rapat Pleno. "Yang tidak hadir selain Bamsoet (Bambang Soesatyo) ada yang lain juga," kata Airlangga seusai Rapat Pleno.

Bamsoet sendiri diketahui akan menentukan sikapnya untuk maju atau tidak menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar setelah jadwal rapat pleno dan Munas ditentukan. "Saya akan bersikap, saya akan mempertimbangkan dan akan menjawab kalau sudah ada kepastian Munas-nya kapan, plenonya kapan. Sampai saat ini kami semua belum menerima undangan pleno, apalagi jadwal Munas," kata Bambang pada Senin (4/11).


Bambang mengakui bahwa dorongan dari kader-kader partai di daerah untuk maju menjadi caketum cukup banyak. Akan tetapi, mantan Ketua DPR itu mengatakan bahwa dirinya belum merespons hal itu.

"Jadi benar bahwa dukungan daerah kepada saya cukup besar," ujarnya yang dilansir Kompas pada Selasa (5/11). "Cuma saya belum meresponsnya, dan saya akan mempertimbangkannya manakala nanti jadwal Munas Golkar sudah ada dan jelas."

Meski begitu, sebelumnya ada isu jika terdapat perjanjian antara dirinya dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk tidak maju sebagai caketum. Akan tetapi, Bamsoet membantahnya. Bamsoet menyampaikan bahwa dirinya dan Airlangga hanya ingin menenangkan suasana politik menjelang pelantikan presiden. "Kan saya cooling down sampai pelantikan presiden selesai. Apakah nanti saya maju atau tidak? Ya tunggu jadwal Munas-nya," ujarnya.

Bamsoet juga mengatakan bahwa rekonsiliasi antara dirinya dan Airlangga harus dipahami sebagai upaya untuk merangkul pendukungnya agar tetap menjadi bagian dari Partai Golkar. Namun, Bamsoet menyayangkan para pendukungnya yang tidak dirangkul oleh pihak Airlangga.

"Faktanya, tidak ada satu pun dari para pendukung saya yang dirangkul untuk berpartisipasi dalam membangun partai di tugas-tugas yang ada di partai," tuturnya. "Tidak ada yang mengisi pimpinan alat kelengkapan dewan, maupun komisi-komisi yang mereka inginkan."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait