Sukses Garap 'Hotel Del Luna' Hingga 'Arthdal Chronicles', Studio Dragon Raih Pendapatan Fantastis
Naver
TV

Studio Dragon berencana memaksimalkan kinerja melalui drama seperti 'Catch the Ghost' dan Love's Emergency Landing' lalu fokus pada perluasan bidang bisnis globalnya.

WowKeren - Perusahaan produksi Studio Dragon kini memang menjelma menjadi salah satu yang terbesar di Korea Selatan. Pada Kamis (7/11), Studio Dragon mengungkap penjualan kuartal 3 sebesar 131,2 miliar won (sekitar Rp 1,59 triliun).

Pendapatan itu meningkat 6 persen dan penjualan tahun lalu dan merupakan penjualan kuartal terbesar perusahaan. Studio Dragon telah mencatat penjualan sekitar 100 miliar won (sekitar Rp 1,2 triliun) selama tiga kuartal berturut-turut pada tahun 2019.


Dari 131,2 miliar won (sekitar Rp 1,59 triliun), penjualan penyiaran reguler yang mendistribusikan hak televisi ke jaringan penyiaran naik 24,4 persen dari tahun lalu dan mencatat 60,8 miliar won (sekitar Rp 736 miliar).

Studio Dragon juga mencatat laba bisnis 10,9 miliar won (sekitar Rp 132 miliar) dan laba bersih 11,5 miliar won (sekitar Rp 139 miliar). Faktor terbesar di balik keberhasilan perusahaan ini adalah perluasan produksi dan pengeditan serta diversifikasi saluran termasuk jaringan penyiaran utama yang telah menayangkan drama seperti "One Spring Night" MBC dan "Doctor John" SBS.

Studio Dragon juga memperkuat IP skala besar (kekayaan intelektual) melalui "Arthdal Chronicles" tvN dan "Hotel Del Luna" tvN serta memperluas bidang bisnisnya melalui "Love Alarm" dari Netflix.

Pada kuartal keempat, Studio Dragon berencana untuk memaksimalkan kinerja melalui drama seperti "Catch the Ghost" tvN dan "Love's Emergency Landing" tvN dan fokus pada perluasan bidang bisnis globalnya.

Studio Dragon saat ini tengah berdiskusi untuk menandatangani kontrak pembuatan ulang dan opsi studio dengan negara-negara besar AS dan Asia. Mereka kini juga mendiskusikan untuk tiga drama dengan Netflix dan kerjasama dengan pemain global tambahan.

"Dengan peluncuran OTT global (layanan media over-the-top, juga dikenal sebagai layanan media streaming), kami akan terus mendistribusikan [konten] asli dan mendiversifikasi saluran kami," ungkap sumber dari dalam Studio Dragon.

"Tahun depan, kami akan mengerjakan remake IP, kerja sama global, produksi dan distribusi untuk mencapai kesuksesan awal setelah memasuki AS. Kami berencana untuk meningkatkan penjualan luar negeri jangka menengah hingga 50 persen," pungkas sumber itu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...