Jaksa mengumumkan jika keempat seri 'Produce' telah dimanipulasi yang menguntungkan beberapa trainee. Mereka mendakwa 8 orang terlibat termasuk PD Ahn Joon Young.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Rabu, 04 Desember 2019 - 16:22 WIB
WowKeren - Pada Selasa (3/12), Mnet kembali merilis permintaan maaf soal manipulasi voting yang terjadi pada 4 seri "Produce". Mereka berjanji bakal bertanggung jawab kepada semua pihak yang dirugikan termasuk segera mengumumkan nasib IZ*ONE dan X1.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada penonton, fans, trainee dan agensi karena menyebabkan kekhawatiran dalam program kami. Setelah berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, kami akan merilis rencana kompensasi, langkah-langkah reformatif dan rencana masa depan untuk IZ*ONE dan X1 sesegera mungkin," tulis Mnet.
Permintaan maaf Mnet ini pun langsung menjadi sorotan netizen Korea Selatan. Menariknya jika sebelumnya Mnet kerap menuai hujatan, kini respon netizen justru tidak terduga. Banyak yang berterima kasih karena Mnet siap memberikan kompensasi atas kesalahan program mereka.
"Terima kasih untuk pernyataan resmimu pada artis. Tolong rilis rencana kompensasi untuk korban dan rencana aktivitas untuk para artis. CJ dan Mnet harus mengambil tanggung jawab sampai akhir."
"Kami menantikan rencana kalian yang menenangkan hati banyak orang yang sudah terluka karena ini. Terima kasih banyak. Itu menyakitiku memikirkan luka yang diterima para trainee muda yang berpartisipasi dalam seri 'Produce'."
"Semua korban harus diberikan kompensasi. Ingat jika semua trainee dan member (yang berhasil debut) semuanya adalah korban."
"Mereka mengakui itu adalah kesalahan mereka jika masih punya hati nurani. Aku ingin kalian memastikan untuk menebus dosa pada trainee, meminta maaf pada Produser Nasional dan kemudian menunjukkan sikap tanggung jawab pada semua grup yang sedang kalian asuh."
Sementara itu pada Selasa (3/12), jaksa resmi mengumumkan jika keempat seri "Produce" telah dimanipulasi untuk mendapatkan hasil final yang menguntungkan beberapa trainee. Mereka mendakwa 8 orang terlibat termasuk PD Ahn Joon Young yang kini sudah ditahan.
(wk/amal)