Berbagai cara coba ditempuh aparat untuk membuat pengguna jalan menjadi tertib berlalu lintas. Termasuk soal pemotor yang nekat berhenti di zebra cross ketika tertahan lampu lalu lintas.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 21 Desember 2019 - 12:09 WIB
WowKeren - Tingkah laku pengendara sepeda motor di jalan raya memang kadang tak bisa dikendalikan. Bahkan ada pemotor yang sudah diajari cara tertib berlalu lintas, diberi peringatan bila melanggar, ternyata tetap nekat melakukan kesalahan.
Prihatin atas kondisi tersebut, influencer yang berbasis di YouTube, Majelis Lucu pun melakukan social experiment demi mengajarkan cara tertib berlalu lintas terhadap para pemotor. Berlokasi di Surabaya, langkah influencer ini sukses membuat publik tertawa terbahak-bahak dan menjadi viral di media sosial.
Secara spesifik mereka menarget pemotor yang berhenti di zebra cross ketika berada di lampu lalu lintas. Sudah menjadi rahasia umum ada beberapa pemotor yang sampai "menjarah" wilayah penyeberang ketika tertahan lampu lalu lintas.
Menggandeng seorang influencer yang terkenal dengan gaya kemayunya, mereka memeringatkan langsung pemotor yang enggan mundur dari zebra cross. Bila sang pemotor membandel, influencer kemayu yang mengenakan asesoris sayap malaikat hitam itu pun langsung turun tangan.
"Mas, mundur Mas. Zebra cross buat menyeberang. Ketabrak biaya pengajian mahal lho, sepuluh juta," kata influencer tersebut. "Sip. Mundur lagi, dikit. Nah, sip, gini kan jadi rapi."
Namun kejadian kocak terjadi pada pemotor kedua. Sebab selain "menjarah" wilayah penyeberangan, ia juga tak mengancingkan helmnya dengan benar. Alhasil "sang bidadara" pun diterjunkan, lengkap dengan "bonus" untuk pemotor itu.
Tetapi tawa benar-benar pecah di pemotor ketiga. Pasalnya sang pemotor bersikeras bertahan di tempatnya yang salah. Serangkaian aksi kocak hingga membuat sang bidadara terbawa pemotor bandel itu pun terjadi.
Tak hanya memeringatkan pemotor bandel, rupanya influencer itu juga "menjerat" penyeberang sembrono. Seperti sebelumnya, sang bidadara pun diterjunkan untuk memeringatkan penyeberang sembrono itu.
(wk/elva)