Nama Menhan Prabowo kerap dikritik 'lembek' oleh sejumlah pihak terkait keputusannya dalam menangani persoalan Natuna. Merespon kritikan tersebut Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memberi pembelaan.
- Nidya Putri
- Selasa, 07 Januari 2020 - 13:53 WIB
WowKeren - Permasalahan soal perairan Natuna yang melibatkan Tiongkok beberapa waktu lalu kerap menjadi sorotan masyarakat. Tak sampai di situ, sosok Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pun sempat menjadi sasaran kritikan publik usai memberikan sikap yang terlalu cool dalam menanggapi permasalahan tersebut.
Bahkan Presiden PKS Sohibul Iman menilai jika sikap Prabowo tersebut terkesan "lembek" dan tidak tegas. Merespon kritikan tersebut, partai Gerindra pun membela dan menyebut jika kinerja Menhan sudah pas.
"Apakah mesti ucapan di media menunjukkan kinerja? Kan nggak juga," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1). "Kinerja seorang Menhan sudah dilakukan dengan pas menurut saya."
Dasco kemudian menambahkan jika pihak TNI sudah melaksanakan apa yang harus dilakukan di Natuna. "Kita juga percuma ngomong keras-keras, gebrak-gebrak meja tetapi juga nggak ada action, kan begitu," terangnya. "Jadi kalau dibilang lembek saya pikir ya nggak juga."
Menurut Dasco, perlu dilakukan diplomasi yang intens untuk menyamakan persepsi soal garis batas negara. Selain itu, ia juga memuji sikap tegas yang dilakukan Menlu Retno LP Marsudi.
"Apa yang dilakukan Menlu melalui jalur diplomasi saya pikir sudah cukup keras, sudah pas," katanya. "Kemudian pengerahan armada untuk memperlihatkan kita juga keras dalam penegakan kedaulatan juga sudah pas menurut saya."
Ia kemudian mengingatkan agar semua pihak tidak memberikan pernyataan yang justru melemahkan semangat menegakkan kedaulatan. Menurutnya, negosiasi melalui jalur diplomasi tetap harus dilaksanakan.
"Ya kan negosiasi melalui jalur diplomasi harus dilaksanakan," tutupnya. "Karena kita tidak mungkin kan mengajak langsung perang."
Sebelumnya, Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, meminta Sohibul untuk tak memperkeruh situasi dengan mem-framing seolah-olah sikap Prabowo bertentangan dengan menteri lain. Menurut Habiburokhman sendiri, sikap Prabowo dan kedua menteri itu sejatinya sama, yakni damai dengan tetap mempertahankan kedaulatan Natuna.
"PKS jangan pertentangkan antara Bu Menlu dan Pak Menhan. Maksud Pak Prabowo ya damai dalam konteks tetap menjaga kedaulatan," terang Habiburokhman, Selasa (7/1). "Saya pikir diplomasi negara-negara di seluruh dunia ya seperti itu, kalau bisa cari solusi damai."
(wk/nidy)