Kasus Reynhard Sinaga Lama 'Tertutup' Publik, Ternyata Ini Alasannya
Nasional

Kasus Reynhard Sinaga, WNI yang menggemparkan publik ternyata telah terjadi cukup lama dan ditutupi oleh publik. Polisi Manchester, Inggris pun mengungkap alasan kenapa 'kasus besar' tersebut harus ditutupi.

WowKeren - Seorang WNI bernama Reynhard Sinaga tengah menjadi sorotan masyarakat saat ini. Hal ini dikarenakan Reynhard telah melakukan 159 kasus serangan seksual terhadap 48 pria.

WNI yang dijuluki "predator setan" ini sendiri telah dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris. Perlu diketahui, proses hukum terhadap kasus ini sebenarnya telah berlangsung sejak Mei 2018 lalu.

Rentetan pemerkosaan Reynhard terbongkar pada 2 Juni 2017 berkat perlawanan salah seorang korban pemerkosaan Reynhard yang merupakan pemain Rugby. Karena banyaknya jumlah korban, persidangan pun harus dipecah menjadi empat persidangan.

Dikutip dari Manchester Evening News, Selasa (7/1), kasus ini sengaja dilarang untuk diliput oleh media dengan dua alasan. Menurut kepolisian Manchester, alasan pertama kasus ini tak dipublikasi adalah untuk meyakini jumlah pria yang menjadi korban pemerkosaan Reynhard mencapai 195 orang, atau paling banyak dalam sejarah kasus pemerkosaan di Inggris.


Sementara sejak persidangan berjalan hingga putusan dikeluarkan baru 48 orang yang terkonfirmasi menjadi korban. Dengan adanya larangan peliputan media, polisi berharap majelis hakim yang tidak mengetahui bukti dan vonis di sidang sebelumnya dapat memberikan putusan yang adil kepada Reynhard. Selain itu Reynhard juga dijamin mendapat keadilan selama persidangan.

Alasan kedua karena polisi khawatir jika para korban pemerkosaan Reynhard enggan melapor. Mereka meyakini jika media memberikan laporan lengkap sidang yang sedang berlangsung, hal itu akan menghalangi korban dan saksi untuk memberikan keterangan di persidangan.

Meski dilarang untuk meliput, para wartawan boleh mengikuti persidangan tapi tidak harus menundua memberitakannya atau yang biasa dikenal dengan istilah "embargo". Berita baru boleh dirilis jika vonis sudah dibacakan.

Pengadilan Inggris telah mendakwah Reynhard telah memperkosa 48 orang. Dia disebut memancing korban ke apartemennya, membius mereka, lalu memperkosa. Obat bius yang digunakan Reynhard membuat para korban tidak berdaya dan tidak ingat apa pun. Mereka bahkan tidak tahu telah diperkosa jika polisi tidak mengatakannya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait