Game RI Kalah Saing Dengan Luar Hingga Bikin Negara Tekor, Ternyata Ini Alasannya
Nasional

Menjamurnya game online buatan luar seperti PUBG hingga Mobile Legend ternyata membuat negara tekor. Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai jika kalahnya kualitas game lokal dan luar inilah yang menjadi penyebabnya.

WowKeren - Masalah neraca dagang telah menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo. Baru-baru ini eks Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan jika sektor gim daring turut menjadi penyebab neraca defisit.

Diketahui, game online berbayar seperti Player Unknown's Battlegrounds (PUBG), hingga Mobile Legends yang merupakan buatan luar sangat populer di Indonesia. Hal ini membuat Ekonom dari Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai jika kualitas gim lokal masih kalah jauh dengan game buatan asing.

Alasannya dikarenakan belum ada pendidikan khusus di Indonesia untuk mengembangkan gim lokal. "Di sana (China) ada salah satu produsen gim itu mereka punya perguruan tinggi atau sekolah vokasi untuk melakukan training aplikasi gim," ujar Bhima dilansir detikcom, Selasa (7/1). "Indonesia belum ada insan di kampus-kampus besar kita yang spesifik mendorong multimedia untuk game."


"Jadi kayak butuh ux designer, apps development (pengembangan aplikasi), program engineering, yang model-model begitu kita kurang mensuplai sehingga SDM untuk gamer di Indonesia masih seputar komunitas-komunitas gamer," sambungnya. "Belum ada program atau pendidikan yang sistematis."

Lebih lanjut, Bhima mengatakan jika Indonesia tertinggal 10 tahun dari Tiongkok dalam hal industri gim. Pasalnya, di Tiongkok sana pemerintah telah mendukung perusahaan game dari segi dana, pendidikan, dan infrstruktur. Hal ini yang menjadi alasan pesatnya pertumbuhan industri gim asing.

"Kita mungkin terlambat sekitar 10 tahun untuk menyiapkan industri game lokal yang berkualitas dibanding China," tuturnya. "Dia sudah memiliki infrastruktur yang kuat, SDM-nya siap, permodalan yang cukup besar. Jadi banyak modal ventura yang menyuntik developer game di China."

Sementara itu, eks Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara berharap agar gim daring buatan anak bangsa bisa segera diproduksi. Ia pun mendorong agar mahasiswa dari berbagai universitas terbaik Indonesia bisa segera mewujudkan hal tersebut.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait