Sebuah restoran di Jakarta ramai menjadi pembicaraan di media sosial lantaran melarang driver ojol untuk masuk ke dalam restorannya. Tentunya hal ini membuat warganet menjadi geram karena larangan tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 13 Januari 2020 - 14:50 WIB
WowKeren - Baru-baru ini postingan tentang driver ojek online (ojol) khusus pengantar makanan menjadi viral di media sosial. Pasalnya, dalam postingan yang diunggah oleh akun Twitter @GojekOnTwit membagikan beberapa foto pengumuman yang terpasang di depan pintu sebuah restoran.
Dalam foto tersebut dapat dilihat dua pengumuman yang berisi larangan agar driver ojek online masuk ke dalam restoran tersebut. "Go Food & Grab Food silahkan menunggu di area pintu masuk atau diteras!!!. Dilarang masuk ke dalam area restoran!!!," tulisan pengumuman tersebut.
Tak hanya itu, ada pula tanda larangan lainnya yang bertuliskan "Gojek dilarang masuk!! Pengantaran barang melalui pintu samping-Kalture Office!”. Sontak saja postingan tersebut membuat warganet ikut geram melihatnya. Bahkan banyak dari netizen yang menyayangkan aturan larangan tersebut.
"Gilak yah dapet ekspos gini langsung drop ratingnya. Restonya pelit rejeki sama ojol, langsung dimatiin rejekinya sama netijen," komentar @Ba******wa. "btw aku emg sering liat teman2 ojol tuh abis pesen disuruh nunggu di luar, i don’t even know why padahal kalo dipikir2 mereka tuh jg customer, sama kaya pembeli yg take away, mereka pesan dan mereka bayar, kan? Kenapa hrs dibedakan segitunya," kata @ri***au.
"Padahal sama2 beli, kalau warung ga mau ojek masuk gampang sebenarnya!!! Ga usah kerjasama dengan aplikasi... Dari pada menghina drivernya," kesal @sa*****67. "Kalo gak mau dimasukin mitra ojol ya jgan jualan di aplikasi.....sehina itu apa area resto dimasukin ojol....?," sahut @w******731.
Sementara itu, pihak restoran Kalture Progressif Cafe and Resto di Jalan Paradiso, Cilandak, Jakarta Selatan pun memberikan klarifikasinya usai postingan larangan tersebut menjadi viral di media sosial. Supervisor restoran yang bernama Aang itu menjelaskan jika larangan tersebut dipasang pada Rabu (8/1) lalu.
Namun, pada akhirnya sang pemilik restoran memutuskan untuk mencabut larangan tersebut yang sayangnya sudah keburu viral di media sosial. "Iya langsung dicopot malamnya. Ketika mister (pemilik restoran) datang," kata Aang.
Lebih lanjut, Aang juga meminta maaf jika tulisan itu menyinggung para driver ojol. Ia menuturkan, ada kesalahpahaman maksud dari tulisan itu.
"Jadi kami minta maaf atas kejadian ini. Dan intinya dari semua ini adalah kesalahpahaman dari sebuah kalimat yang kurang tertata rapi," terangnya. "Yang sebetulnya dimaksudkan untuk pengalokasian para ojol yang hendak berhubungan dengan kami dengan costumer."
(wk/nidy)