Dibesuk Ibu di Rutan Manchester, Sikap Kalem Reynhard Sinaga Jadi Sorotan
SerbaSerbi

Kasus Reynhard Sinaga dianggap yang terburuk di sejarah Inggris. Namun seluruh peristiwa itu tak membuat sang ibunda kehilangan kasih sayangnya, seperti diungkap berikut ini.

WowKeren - Indonesia mengawali tahun 2020 dengan sejumlah kejadian. Mulai dari banjir besar di Jabodetabek yang sampai menelan korban jiwa, hingga kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh WNI Reynhard Sinaga di Inggris.

Sebagai pengingat, Reynhard dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap 48 pria muda di Manchester, Inggris dan merekamnya di ponsel. Atas kejahatannya, Reynhard pun dikenai hukuman penjara seumur hidup.


Tak hanya itu, citra Reynhard di negara tersebut pun sudah "ambyar" lantaran kejahatannya dianggap sangat luar biasa. Bahkan media setempat menjuluki Reynhard sebagai pemerkosa terburuk yang pernah ada dalam sejarah.

Namun seluruh nilai buruk yang "diborong" Reynhard itu tak membuat sang ibunda, Normawati Sinaga kehilangan kasih sayangnya. Pasalnya hingga kini Normawati masih menganggap Reynhard sebagai putra kesayangannya. Ia pun mengaku sulit menerima seluruh kejahatan yang dilakukan Reynhard.

Pasalnya ketika dijenguk di Rutan Manchester pun, Reynhard ternyata masih sanggup mengulas senyum untuk ibundanya. Alih-alih menerima kekhawatiran Normawati, Reynhard justru meminta sang ibu agar lebih peduli dengan keluarga yang lain.

"Aku baik-baik saja di sini. Jangan khawatirkan aku, aku bisa jaga diri," kata Reynhard. "Rawat saja kakak dan keponakanku, juga adik."

Normawati mengaku tak mengetahui bahwa putranya memiliki penyimpangan seksual. Bahkan ketika mendengar berita Reynhard dipukul sang korban pada 2017 lalu, Normawati menyangka putranya hanya menjadi korban "victim blaming" oleh aparat.

"Bayangkan seorang pria Indonesia, bertubuh kecil, dihajar oleh pria Inggris bertubuh tinggi besar," kata Normawati, dilansir dari The Sunday Times, Kamis (16/1). "Aku mengira seseorang berusaha merekayasa situasi."

Normawati menyebut putranya adalah sosok yang pendiam dan rajin beribadah. "Kami berasal dari keluarga kristiani yang taat, yang tidak percaya dengan homoseksualitas. Dia adalah anak kesayanganku," ungkapnya.

Sebelum peristiwa ini terjadi, Normawati mengaku sudah memohon agar Reynhard kembali ke Indonesia. Sebagai informasi, Reynhard sudah bertolak ke Inggris sejak menyelesaikan pendidikan strata 1-nya pada 2006 silam.

Namun permohonan Normawati ternyata ditolak oleh Reynhard. Kala itu sang putra hanya mengungkap impiannya untuk menjadi dosen.

"Dia bilang Indonesia bukan tempat yang nyaman untuknya. Dia justru merasa lebih nyaman tinggal di Manchester," tuturnya.

Pernyataan Reynhard itu pun kini terasa lebih masuk akal, lantaran Indonesia yang diketahui masih memandang tabu penyimpangan seksual. Bahkan kekinian kasus Reynhard memicu Wali Kota Depok, Muhammad Idris, untuk melakukan razia terhadap komunitas LGBT di kota tersebut.

You can share this post!

Related Posts