Terowongan Terpanjang Se-Indonesia Di Bawah Bandara Yogyakarta Resmi Dibuka
Kementerian PUPR
Nasional

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional 7, Ahmad Cahyadi, memastikan bahwa kondisi jalan di terowongan alias underpass tersebut sudah layak untuk dioperasionalkan.

WowKeren - Terowongan alias underpass terpanjang se-Indonesia yang berada di bawah area terminal Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airpot/YIA) resmi dibuka pada Jumat (24/1) hari ini. Dengan panjang mencapai 1,4 kilometer, underpass ini menghubungkan Desa Glagah dan Desa Palihan di Panewon, Temon, Kulonprogo.

"Underpass ini sudah selesai dibangun sejak Desember lalu, dan hari ini mulai kita buka," tutur Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional 7, Ahmad Cahyadi, di sela pembukaan underpass di Desa Glagah pada Jumat (24/1). "Konstruksinya sudah sesuai dengan desain dan sesuai ketentuan dan aturan yang ada."

Diketahui, underpass ini merupakan hasil pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di bawah Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Konstruksi jalan ini terletak di jalur pantai selatan jawa (Pansela), yang berada tepat di bawah YIA.

Panjang underpass yang tertutup mencapai 1,05 kilometer, dari panjang keseluruhan 1,406 kilometer. Underpass ini juga terdiri dari 2 lajur, serta dilengkapi pembatas jalan di sisi tengah.

Pada setiap lajurnya, terdapat 2 jalur dengan lebar 7,85 meter dan ketinggian 5,1 meter. Selain itu, underpass ini juga dilengkapi dengan sejumlah unsur keselamatan, seperti lampu flip-flop, 8 unit emergency exit, dan 34 unit exhaust fan.


Kedua pintu masuk underpass juga dilengkapi dengan speaker guna menghimbau para pengguna jalan untuk berhati-hati. Speaker ini juga akan menyajikan imbauan keselamatan lalu lintas dalam 3 bahasa.

"Kita syaratkan kecepatan maksimal 40 km/jam," jelas Ahmad. "Dan tidak boleh berhenti di dalam."

Lebih lanjut, Ahmad memastikan bahwa kondisi jalan di underpass tersebut sudah layak untuk dioperasionalkan. Pihak pengelola juga telah mendapatkan rekomendasi kelaikan jalan dari komite keselamatan jembatan dan terowongan jalan.

Meski demikian, untuk berjaga-jaga, petugas keamanan akan ditempatkan di underpass tersebut untuk sementara waktu. Pasalnya, underpass ini diyakini akan menjadi daya tarik masyarakat untuk datang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo, menyebut bahwa masyarakat harus ikut menjaga keamanan underpass terpanjang di Indonesia ini. Terlebih di kedua pintu masuk underpass yang langsung berhubungan dengan persimpangan dan rawan kecelakaan.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. "Sampai bulan Maret ini kita akan uji cobakan dengan menempatkan petugas untuk nanti dievaluasi," pungkas Sigit.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait