Sepasang pengantin asal Singapura ini harus gigit jari lantaran tak bisa menghadiri pesta pernikahannya karena perlu menjalani karantina virus Corona. Meski begitu keduanya tetap melaksanakan pesta tersebut dan menyapa para undangan.
- Nidya Putri
- Rabu, 05 Februari 2020 - 14:48 WIB
WowKeren - Pernikahan seharusnya menjadi momen yang paling membahagiakan bagi setiap pasangan. Pasalnya, menikah adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang sepanjang hidupnya hingga tak jarang jika calon pengantin kerap menyiapkan pesta yang meriah.
Sayangnya, sepasang pengantin ini harus gigit jari lantaran pesta pernikahannya bertepatan dengan wabah virus Corona. Tak hanya itu, pasangan ini tak dapat menghadiri pesta miliknya karena sedang dikarantina karena positif terinfeksi Corona.
Diketahui, sebelum menikah, pasangan ini mengunjungi keluarga mempelai pria, Yu, di kampung halamannya di Hunan, Tiongkok selama Tahun Baru Imlek. Provinsi Hunan sendiri bersebelahan dengan Hubei di mana terdapat Kota Wuhan yang menjadi sumber virus Corona berasal.
Meski begitu, pasangan yang berasal dari Singapura ini tak habis akal. Mereka menggunakan cara unik agar tetap bisa menyapa para tamu di pesta pernikahannya tersebut.
Teman-teman, kerabat hingga para undangan tetap datang untuk hadir di lokasi pesta pernikahan dan menunjukkan dukungan mereka untuk pasangan tersebut. Di tengah-tengah acara pasangan bahagia itu berhasil menyapa dan menghibur para tamu di layar teater besar, yang disediakan hotel khusus untuk mereka.
Selain itu, hanya saudara perempuan mempelai pria yang hadir di lokasi untuk menghibur para tamu. Sementara melalui video call, si pengantin wanita justru mengucapkan terima kasihnya dengan wajah gembira.
"Terima kasih sudah datang ke pernikahan kami," ujarnya. "Kami sangat menyesal kami tidak bisa menikmati momen indah ini di sana bersama Anda secara langsung, tetapi kami masih sangat senang di sini (dalam karantina) ketika melihat kehadiran kalian semua."
Sebelumnya diketahui, kasus Corona yang berada di Singapura ada sebanyak 24 kasus. Salah satunya adalah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT).
Informasi ini sendiri didapatkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dari Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) pada Selasa (4/2) lalu. WNI ini disebut-sebut terinfeksi virus Corona setelah bersentuhan dengan majikan.
(wk/nidy)