Agensi BTS Hasilkan Laba Operasi Tertinggi Meski Pendapatan Kalah dari SM
Selebriti

Big Hit mencatat sekitar sekitar Rp 6,7 triliun sebagai pendapatan perusahaan dari 2019, meningkat sekitar dua kali lipat pendapatan tahun lalu. Berikut jumlah laba operasional mereka.

WowKeren - Big Hit Entertainment mengadakan briefing perusahaan terbuka pada 4 Februari. Bang Shi Hyuk selaku pendiri dan co-CEO agensi yang menaungi BTS (Bangtan Boys) dan TXT itu berbicara tentang rencana perusahaan yang akan datang serta keadaan bisnis mereka saat ini.

Menyusul akuisisi Source Music dan peluncuran BELIFT, Big Hit memperdalam bidang bisnis mereka dengan secara terpisah menggabungkan setiap unit bisnis dan mampu menjadi perusahaan multi-bisnis. Melalui diversifikasi, bisnis di bidang musik, konser, konten video, IP, dan platform berkontribusi secara merata terhadap pendapatan mereka.

Big Hit Entertainment mencatat sekitar 587,9 miliar won (sekitar Rp 6,7 triliun) sebagai pendapatan perusahaan dari 2019. Ini meningkat sekitar dua kali lipat pendapatan tahun lalu. Perusahaan juga mencatat keuntungan operasional 97,5 miliar won (sekitar Rp 1,13 triliun). Data ini didasarkan pada kriteria konsolidasi K-IFRS dan menunjukkan kinerja sementara sebelum audit eksternal.

Pada 2018, kinerja K-IFRS (dari laporan keuangan sebelum audit eksternal) tercatat adalah 301,4 miliar won (sekitar Rp 3,48 triliun) dalam pendapatan dengan laba operasi 79,8 miliar won (sekitar Rp 921,6 miliar). Angka-angka ini berbeda dari yang diumumkan tahun lalu karena menerapkan standar konsolidasi K-IFRS. Kinerja di atas dapat berubah tergantung pada hasil audit eksternal.


Pendapatan Big Hit selama 2019 sebenarnya kalah dari estimasi SM Entertainment yang menaungi lebih banyak artis seperti EXO, Red Velvet, NCT dan banyak lagi. Agensi yang didirikan Lee Soo Man itu diperkirakan mencatat pendapatan sekitar 676,5 miliar won (setara Rp 7,8 triliun). Namun laba operasi mereka hanya 46 miliar won (sekitar Rp 531,2 miliar).

YG Entertainment disebut-sebut meraup pendapatan 273,2 miliar won (sekitar Rp 3,1 triliun) dengan laba operasi 7,2 miliar won (sekitar Rp 84,3 miliar). Sedangkan JYP Entertainment mencatat pendapatan 151,6 miliar won (sekitar Rp 1,75 triliun) dengan laba operasi lebih besar dari YG yaitu 39,9 miliar won (sekitar Rp 460,8 miliar) .

Sementara itu, briefing perusahaan Big Hit terbuka untuk umum dan merupakan acara di mana mereka membahas pencapaian tahun lalu serta visi untuk masa depan perusahaan. Bang Shi Hyuk sebelumnya menyatakan bahwa ia berharap untuk mengadakan setidaknya dua dari briefing ini dalam setahun untuk berkomunikasi dengan publik tentang tujuan mereka di masa depan.

Briefing pertama diadakan pada Agustus 2019. Sayangnya, briefing yang akan diadakan pada 4 Februari dibatalkan karena wabah virus Corona. Sebagai gantinya, mereka merekam briefing dan mempostingnya secara online ke publik.

(wk/chus)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait