Harga Masker Meroket Hingga Jutaan, YLKI Minta Kemenkes dan BPOM Turun Tangan
Nasional

'Kelangkaan' masker membuat harga menjadi melonjak hingga ke angka jutaan. Peristiwa ini membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kemenkes dan BPOM turun tangan menuntaskannya.

WowKeren - Masker menjadi salah satu produk yang mendadak menjadi barang langka di tengah wabah virus Corona. Jenis masker yang banyak dipakai adalah tipe N95 karena diklaim bisa menyaring 95 persen partikel.

Karena banyaknya permintaan harga masker N95 kekinian bisa mencapai Rp 3 juta per buahnya. Padahal biasanya masker ini hanya dibanderol dengan harga Rp 20-50 ribu per buahnya.

Peristiwa ini lantas membuat Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menjelaskan ketersediaan masker menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena stok masker di tiap apotek perlu dikontrol.

"Kementerian Kesehatan dan BPOM harus turun tangan lebih serius, ini kan mungkin produk yang dianggap nggak lah, cuma masker saja kok," jelasnya dilansir Detikcom, Jumat (7/2).


Hal utama yang perlu diawasi adalah memastikan stok masker masih tersedia dijual dengan harga normal. Ini dilakukan demi menghindari stok masker yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. "Yang penting pemerintah harus mengontrol bahwa pasokan di dalam negeri ada, dengan harga yang wajar," tambahnya.

Tulus juga mengatakan jika membatasi stok masker ke apotek-apotek juga diperlukan. Agar tak ada orang yang sengaja membeli banyak masker untuk kemudian diperjualbelikan kembali. "Dan juga kemarin saya lihat di viral itu ada orang yang memborong sampai 7000 dus, nah itu juga perlu diatur saya kira ya, industri farmasi atau apotek-apotek harus ada menjual maksimal berapa," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, jika warga negara Singapura lah yang berperan besar dalam mengurangi ketersediaan masker N95, khususnya di Batam, Kepulauan Riau. Pasalnya warga negara tetangga itu rela "menyeberang" hanya demi memborong masker dari Batam.

"Ada banyak informasi yang saya dapat bahwa warga Singapura membeli masker hingga berkarung-karung," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana, Kamis (6/2). "Ini tidak dibenarkan."

Sikap warga Singapura itu pun belakangan telah mendapat protes keras dari masyarakat Batam. Apalagi aksi mereka membuat masyarakat Batam, yang belakangan dibuat khawatir karena Natuna dijadikan lokasi observasi WNI pasca dievakuasi dari Wuhan, kesulitan mendapatkan masker.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait