Ratusan WNI Dari Wuhan Disebut Akan Dipulangkan Pekan Depan
Nasional

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Terawan juga menuturkan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat teknis soal proses pemulangan para WNI tersebut dalam waktu dekat.

WowKeren - Sebanyak 237 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, kini tengah diobservasi di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun memberi sinyal para WNI dipulangkan ke daerah masing-masing pekan depan.

Hingga Jumat (7/2) hari ini, WNI dari Wuhan di Natuna telah menjalani masa observasi selama 7 hari. Diketahui, pemerintah menetapkan masa observasi selama 14 hari.

"Ya jelas (dipulangkan tanggal 14 Februari)," tutur Terawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, pada Jumat (7/2). "Doanya kita tadi supaya mereka tetap sehat."

Lebih lanjut, Terawan menuturkan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat teknis soal proses pemulangan para WNI tersebut dalam waktu dekat. Pihak Kementerian Kesehatan sendiri nantinya akan mengidentifikasi alamat dan melakukan sosialisasi ke pemerintah daerah asal para WNI tersebut.


"Apa yang dilakukan alamatnya dimana sosialisasi lah ke daerah-daerah orang tuanya, ke tetangganya, ke pemda-pemdanya," jelas Terawan. "Supaya apa, ini, itu adalah saudara-saudara kita WNI yang sehat itu yang perlu."

Adapun Terawan menyatakan bahwa seluruh WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Natuna kini berada dalam keadaan sehat. Terawan juga menyatakan bahwa mereka diberikan berbagai macam kegiatan sesuai dengan arahan psikolog supaya terjadi sosialisasi satu sama lain. "Kalau enggak ada kegiatan ngelamun sendiri ya, setan lewat," pungkas Terawan.

Sebagai informasi, kini ada 285 orang yang diobservasi Natuna terkait pencegahan penyebaran virus Corona. Mereka terdiri dari 237 WNI yang dievakuasi, 1 orang warga negara asing (WNA), 5 orang tim Kementerian Luar Negeri, 18 orang pegawai Batik Air, serta 24 anggota tim penjemput.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Anung Sugihantono menyatakan bahwa kebanyakan WNI yang diobservasi di Natuna itu mengalami gatal-gatal, perut begah, sakit kepala, hingga dispepsia. Oleh karena itu, Anung memastikan seluruh gejala itu tak terkait dengan virus Corona.

"Semua sebatas wajar," katanya melalui sebuah video conference yang ditayangkan di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (6/2). Para WNI itu, imbuh Anung, telah melakukan pemeriksaan dan menggunakan semua fasilitas kesehatan yang ada.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait