Kemenkes bergerak cepat memeriksa para penghuni rumah yang juga ditinggali oleh 2 WNI positif COVID-19 di Depok. Kekinian terungkap kedua penghuni lain di rumah itu dinyatakan negatif.
- Elvariza Opita
- Selasa, 03 Maret 2020 - 00:34 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona kini sudah mulai menyambangi Indonesia, terbukti dengan adanya 2 WNI di Depok yang dinyatakan positif terinfeksi. Kedua pasien itu pun kini sudah mendapatkan perawatan intensif di RSPI dr Sulianti Saroso, Jakarta.
Tak butuh waktu lama, otoritas medis pun bergerak untuk mengamankan lokasi di sekitar rumah sang pasien. Orang-orang yang ikut menghuni rumah itu pun ikut diperiksa kesehatannya.
Kekinian, Kementerian Kesehatan sudah mengantongi hasil pemeriksaan atas dua penghuni lain rumah tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Achmad Yurianto, menyatakan keduanya negatif terinfeksi virus corona.
Kedua orang yang dimaksud adalah kakak salah satu pasien dan seorang asisten rumah tangga. "Kakak dan pembantunya sudah diperiksa, dua-duanya negatif. Tidak tertular," jelas Achmad di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3).
Menurut Achmad, baik sang kakak maupun ART memang tak begitu banyak berinteraksi dengan kedua pasien. Kendati demikian, pihaknya akan terus memantau kondisi kedua orang tersebut, juga lingkungan sekitar tempat tinggal dua pasien positif Corona.
Namun Kemenkes menegaskan prosedur pembersihan lingkungan tempat tinggal pasien dengan disinfektan tak perlu dilakukan karena sifat alamiah virus. Achmad bahkan sempat menganalogikan virus dengan benalu.
"Ngapain (dibersihkan)? Virusnya sudah enggak ada," ujar Achmad, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (3/3). "Virus itu kaya benalu, hanya hidup di pohon yang hidup. Kalau pohonnya mati, virusnya mati."
Karena itulah, Achmad mengaku heran dengan kebijakan polisi yang sampai memasang police line di sekitar tempat tinggal pasien. Menurutnya tindakan itu terlalu berlebihan kendati bermaksud agar warga tak mendekat dalam radius 20 meter dari kediaman pasien.
"Itu yang saya bilang berlebihan. Kenapa sih kok sampai kaya gitu?" pungkas Achmad. "Memangnya virus itu tahu itu garis polisi apa enggak? Entah kenapa sih berlebihan."
Hal senada juga sempat disampaikan oleh Menkes Terawan Agus Putranto. Terawan membenarkan bahwa ada 2 WNI yang sudah terjangkit COVID-19, namun ia meminta agar masyarakat tak perlu terlalu panik dalam menanggapi wabah yang ada.
(wk/elva)