Sudah Sembuh Dari Gejala Klinis Corona Belum Tentu 'Bersih' Virus, Begini Cara Memastikannya
Health

Berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan para penyintas COVID-19 untuk memastikan tak ada virus tersisa di tubuh yang berpotensi menular ke orang lain.

WowKeren - COVID-19 barangkali menjadi penyakit yang paling "menyebalkan" lantaran menimbulkan gejala ringan, bahkan acapkali tak bergejala, namun berpotensi besar menularkan ke orang lain. Tentu diperlukan kecermatan tingkat tinggi agar karier alias pembawa virus tak menularkannya ke orang sekitarnya.

Tentu pertanyaan semacam berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memastikan dirinya tak lagi infeksius banyak berseliweran. Menanggapinya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) memberikan panduan.

"Untuk pasien COVID-19 bisa berhenti mengisolasi diri sendiri setelah tak mengalami demam selama 72 jam berturut-turut," demikian ungkap CDC dalam panduannya. Selama 72 jam atau tiga hari itu pasien COVID-19 tak boleh mengonsumsi obat-obatan yang bertujuan untuk menurunkan demam seperti parasetamol atau ibuprofen.

Selain mengamati suhu tubuh selama 3 hari terakhir, pasien COVID-19 juga harus mengalami perbaikan kondisi dari segi gejala lain, seperti batuk atau kesulitan bernapas. Gejala-gejala berkaitan dengan sistem pernapasan ini harus membaik selama 7 hari ke belakang.


Namun tentu saja jauh lebih baik apabila pasien tersebut sudah dinyatakan negatif COVID-19 lewat tes polymerase chain reaction (PCR). Bila sudah bebas gejala klinis COVID-19 alias sembuh dari segala gejala yang ada, tetap jauh lebih baik bila penyintas melanjutkan masa isolasinya sampai beberapa hari ke depan.

Hal ini untuk mengantisipasi kembalinya gejala-gejala klinis, pertanda bila virus belum benar-benar pergi dari tubuh sang pasien, dalam beberapa hari setelahnya. Sebab sudah banyak pasien COVID-19 yang melaporkan kembalinya gejala-gejala klinis mereka setelah beberapa hari merasa bugar.

Panduan dari CDC ini pun turut dikoreksi oleh sejumlah pakar. Seperti Profesor Aaron Carroll dari Universitas Indiana yang tak bisa memberi patokan lantaran belum ada data memadai yang bisa dijadikan acuan.

Oleh karena itu, menjadi penting bagi setiap penyintas COVID-19 agar tetap mematuhi social distancing kendati sudah dinyatakan negatif. Termasuk diantaranya bila hendak menemui keluarga dengan rentang usia berisiko tinggi COVID-19, seperti lansia.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait