Bak Film 'Shawshank Redemption', Napi Samarinda Tolak Keluar dari Penjara Karena 'Terlalu Nyaman'
SerbaSerbi

Seorang narapidana, Ambo (42) di Rutan Samarinda menolak asimilasi corona yang diberikan oleh Menkumham karena merasa 'terlalu nyaman' di dalam penjara. Kisah ini rupanya mengingatkan akan film 'Shawshank Redemption' yang dirilis tahun 1994 lalu.

WowKeren - Seorang narapidana di Rutan Klas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menolak hak asimilasi program Kementerian Hukum dan HAM di yang dikhususkan saat wabah corona. Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi.

Adalah Ambo (42) bersama tiga rekannya yang memilih untuk bertahan di rutan karena tak punya rumah dan keluarga. “Kalau saya keluar, mau ke mana. Mending di sini, sudah banyak teman,” kata Ambo dilansir Kompas, Rabu (15/4).

Ambo merupakan napi kasus narkotika. Dia divonis empat tahun enam bulan penjara pada akhir 2017 lalu. Kini dia sudah dijalani masa tahanan dua tahun enam bulan. Karena sudah menjalani setengah masa tahanan, Ambo termasuk penerima hak asimilasi dan integrasi sesuai SK Kemenkumham RI.

“Orangtua sudah meninggal. Istri diambil orang (cerai)," ungkap Ambo. "Saya bagus di sini saja (Rutan). Banyak teman."

Sebenarnya Ambo memiliki satu orang anak yang tinggal di kampungnya Parepare, Sulawesi Selatan. Namun, karena adanya wabah corona juga ia tidak bisa pulang ke kampung halamannya tersebut.


Berita tentang Ambo yang enggan menghirup udara bebas karena "terlalu nyaman" di balik jeruji besi tentunya menjadi perhatian netizen. Bahkan salah seorang pengguna Twitter menyebutkan bahwa kisah Ambo tersebut mengingatkannya dengan kisah pada film "Shawshank Redemption".

"Jadi inget film the Shawshank Redemption. Ketika itu Brooks, salah satu napi yang udah 50 thn tinggal di lapas menolak untuk diberikan parole. Alhasil dia hampir ngebunuh temennya sendiri saking udah nyamannya tinggal di dalam penjara," cuit Vey melalui akun Twitternya.

Bak Film \'Shawshank Redemption\', Napi Samarinda Tolak Keluar dari Penjara Karena \'Terlalu Nyaman\'

Twitter

"Kebanyakan dari mereka adalah napi yang udah puluhan tahun tinggal di penjara. Seperti kasus Brooks, ia udah 50 tahun-an di dalam penjara. Selain itu he was afraid being part of society because he is nobody outside the bars. Sedangkan, di dalam penjara dia adalah a librarian," sambungnya.

Tentunya postingan Vey tersebut mengundang beragam komentar dari pengguna Twitter lain. Ada yang turut mengatakan pandangannya bahwa kisah Ambo tersebut bukan mirip dengan kisah film "Shawshank Redemption" melainkan film lain.

"Kl aku si bukannya keinget The Shawshank Redemption, tpi Death Race, tahanan yg sring dipanggil 'the Coach', dia bilg sbnrnya masa tahanannya udh selesai tp ada aja ulahnya biar gak di keluarin dri tuh pnjara," ujar @he****ac0b.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait