Tempat Wisata Sepi Imbas Corona, Kawanan Monyet Kelaparan Jarah Kantor Lurah di Sumbar
SerbaSerbi

Selain dekat dengan Hutan Ngalau, kantor kelurahan tersebut juga bersebelahan dengan SDN 59 Payakumbuh. Namun karena pandemi COVID-19 keduanya menjadi sepi.

WowKeren - Pandemi corona yang turut melanda Indonesia menyebabkan pemerintah menggalakkan imbauan bagi masyarakat untuk tetap berada di rumah. Demi mencegah penularan virus ini agar tidak semakin menyebar, sejumlah kawasan wisata pun terpaksa ditutup.

Di Sumatera Barat, sekelompok monyet nekat menjarah Kantor Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat Kabupaten Payakumbuh pada Rabu (15/4). Lurah setempat menduga jika perilaku monyet-monyet tersebut disebabkan karena mereka kelaparan. Pasalnya, pengunjung wisata Ngalau Indah sepi karena kawasan tersebut ditutup.

Selain dekat dengan Hutan Ngalau, kantor kelurahan tersebut juga bersebelahan dengan SDN 59 Payakumbuh. Namun karena pandemi COVID-19 yang berbuntut pada liburnya anak sekolah serta sepinya pengunjung membuat monyet-monyet tersebut kehilangan pasokan makanan.

"Mereka juga terbiasa makan dari sisa-sisa makanan anak sekolah, kan biasanya kalau anak sekolah bawa bekal makan ataupun jajan," kata Lurah Pakan Sinayan Zailendra seperti dilansir Suara, Rabu (15/4). "Sekarang sumber pasokan makanan mereka tidak ada lagi, terjadilah hal seperti ini."


Akibat penjarahan itu, sejumlah peralatan kantor menjadi rusak. Seorang staf Kelurahan Pakan Sinayan, Ayu, menuturkan jika awalnya kawanan monyet itu berkumpul di halaman. Namun kemudian monyet-monyet tersebut menerobos masuk.

"Awalnya mereka berkumpul-kumpul saja di halaman dan sekitaran kantor, tapi lama-kelamaan semakin ramai," tutur Ayu masih dilansir Suara. "Kera itu kemudian berlarian menerobos masuk ke kantor, sontak kami langsung mengurung diri ke ruang arsip dan menutup pintu."

Sekawanan monyet yang masuk itu menyebabkan ruangan menjadi berantakan. Pasalnya, monyet tersebut tak hanya membuka laci namun juga menjarah camilan milik staf di sana.

Meski demikian, tidak ada kerusakan yang signifikan akibat penjarahan monyet-monyet tersebut. "Tidak ada kerusakan berat kepada aset kantor, namun kami jadi takut nanti cigak-cigak itu kembali," terangnya.

Sementara itu pihak kelurahan mengusulkan untuk memindahkan kantor kelurahan ke daerah yang lebih dekat dengan permukiman warga. "Sementara langkah antisipasi kita waspada dan bila masih berlanjut kita akan hubungi Damkar Payakumbuh untuk pertolongan," ujar lurah.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait