Para ahli astronomi telah menemukan bintang ‘menari’ yang sedang mengelilingi lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti, buktikan teori Albert Einstein benar?
- Ruth Meliana
- Jumat, 17 April 2020 - 17:35 WIB
WowKeren - Penemuan baru yang dinilai semakin menguak misteri semesta kembali dilaporkan. Para ahli astronomi berhasil menemukan sebuah bintang yang sedang mengorbit mengelilingi lubang hitam di pusat galaksi Bima Sakti.
Dalam pengamatan ini, bintang tersebut disebutkan “menari” dan mengikuti irama prediksi teori salah satu ilmuwan jenius dunia, Albert Einstein. Bintang itu dijelaskan telah membuktikan salah satu teori Einstein yang cukup terkenal 100 tahun yang lalu, yakni relativitas.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Astronomi & Astrofisika, para astronom melakukan pengamatan bintang dengan menggunakan teleskop terbesar di dunia di Gurun Atacama, Chili. Mereka mengatakan jika orbit bintang itu bergerak melakukan perjalanan dengan pola seperti elips.
”Relativitas umum Einstein memprediksikan bahwa orbit yang terikat dari satu objek di sekitar yang lain tidak tertutup,” kata Direktur Institut Max Planck untuk Fisika Extraterrestrial, Reinhard Genzel seperti dilansir CNN di Garching, Jerman pada Jumat (17/4). “Seperti pada gravitasi Newton, tetapi maju ke depan dalam bidang gerak.”
Bintang dengan efek roset ini pertama kali terlihat di orbit planet Merkurius di sekitar Matahari. Temuan ini lantas menjadi bukti pertama yang mendukung teori relativitas umum dari pemikiran Einstein.
”Seratus tahun kemudian kami telah mendeteksi efek yang sama dalam gerakan bintang yang mengorbit sumber radio kompak Sagittarius A* di pusat Bima Sakti,” ujar Genzel. “Terobosan pengamatan ini memperkuat bukti bahwa Sagitarius A* harus menjadi lubang hitam supermasif dari 4 juta kali massa matahari.”
Lebih lanjut Genzel menjelaskan jika bintang padat biasa ditemukan di sekitar lubang hitam. Sementara bintang “menari” yang diamati oleh pihaknya ini diberi nama S2.
S2 menjadi salah satu bintang terdekat yang ditemukan mengorbit di lubang hitam. Ketika mendekati lubang hitam, bintang itu bergerak dengan kecepatan cahaya 3 persen. Butuh 16 tahun di Bumi bagi S2 untuk menyelesaikan orbit di sekitar lubang hitam.
Dilansir CNET, pergerakan S2 ini telah diamati selama 27 tahun menggunakan ESO Very Large Telescope oleh para peneliti. Orbit S2 telah membawa peneliti mendekati lubang hitam supermasif Bima Sakti dan memberikan pengaturan eksperimental yang alami bagi para astronom untuk menguji teori relativitas umum Einstein.
Teori relativitas Einstein sendiri menentukan bagaimana ruang, waktu, dan gravitasi berinteraksi dan mengatakan benda besar dan padat seperti lubang hitam dapat membelokkan ruang di sekitar mereka. Ketika para ilmuwan mencari gambar lubang hitam pada 2019, prediksi Einstein tentang apa yang mereka lihat benar adanya.
(wk/lian)