Kontroversi 'The King: Eternal Monarch' Berlanjut, Staf Dihujat Habis-Habisan Meski Sudah Minta Maaf
Official SBS
TV

Kontroversi terbaru drama Lee Min Ho 'The King: Eternal Monarch' cukup menarik perhatian publik, khususnya netizen Korea Selatan. Meski produser drama ini telah meminta maaf, mereka tetap saja geram.

WowKeren - Drama SBS "The King: Eternal Monarch" kembali terseret kontroversi baru. Kontroversi ini bermula saat netizen menemukan adanya kemiripan beberapa konten di "The King: Eternal Monarch" dengan Jepang.

Pada Senin (20/4), sebuah postingan di komunitas online menunjukkan bahwa sebuah bangunan Kekaisaran Corea di adegan pembukaan "The King: Eternal Monarch" sangat mirip dengan Tōdai-ji, salah satu dari tujuh kuil Buddha yang terletak di Jepang. Bangunan lain yang diduga terinspirasi dari Jepang adalah pagoda lima lantai yang mirip dengan yang ada di kuil Kōfuku- ji.

Kontroversi The King

Soompi

Tak hanya itu, netizen juga menemukan adanya kesamaan antara logo Kekaisaran Corea dengan logo Kekaisaran Jepang yang sebenarnya. Masalah ini lumayan membuat gempar, pasalnya Korea dan Jepang memiliki sejarah konflik yang cukup panjang di masa lalu. Bahkan di era modern saat ini, masyarakat Korea masih cukup sensitif jika membahas soal Jepang.

Kontroversi The King

Soompi

Setelah kontroversi ini mencuat, produser "The King: Eternal Monarch" menyampaikan permohonan maafnya. Pihak drama menjelaskan tekadnya untuk mengedit bagian yang menjadi kontroversi dan mencegah hal yang sama terulang di masa depan.

Setelah permintaan maaf itu disampaikan, netizen Korea justru semakin memberikan banyak kritikan. Netizen mengkritik keteledoran tim produksi dalam melakukan riset hingga masalah ini bisa terjadi.

"Meskipun itu hanya sebuah drama drama atau film, setidaknya kalian bisa melakukan riset dasar tentang periode waktu yang kalian tulis. Ini sepertinya lebih menjadi masalah tim produksi daripada penulis naskah..."

"Pemandangan latar belakang Kekaisaran Corea sama seperti saat penjajahan Jepang yang dibuat dengan penuh gaya. Apakah ini benar-benar yang bisa dilakukan oleh imajinasi mereka?"


"Jangan syuting drama sejarah jika kalian tidak melakukan riset."

"'Mister Sunshine' sangat buruk dalam penelitian sejarah, ternyata mereka juga."

"Selain itu, setidaknya dapatkan bangunan menurut historis yang akurat... Bukannya mereka tidak memiliki model kehidupan nyata untuk dilihat. Yang harus mereka lakukan adalah mencari sesuatu dan menunjukkannya keluar."

"Kita harus menyingkirkan semua orang pro Jepang di negara kita sebelum memulai republik."

"Pertama terkait casting aktor, lalu aktris yang berselingkuh dan sekarang ini. Betapa banyak kontroversinya."

"Tidak, kalian... Bagaimana kalian bisa mendesain berdasarkan referensi dari Tiongkok dan Jepang untuk membuat bangunan bersejarah dari kerajaan kalian sendiri?"

"Ini bukan masalah kurangnya detail... Itu karena kalian menganggap penonton cukup bodoh untuk mengabaikannya."

"Seakan para pemeran utamanya yang tidak bisa berakting tidak cukup bermasalah, sekarang produsernya juga pro Jepang..."

"Drama ini sendiri adalah kontroversi."

Sementara itu, episode terbaru "The King: Eternal Monarch" kembali berhasil mencatat rating yang tinggi. Episode kedua drama ini mencatat rating nasional rata-rata 8,4 persen dan 11,6 persen.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!