Viral video yang menunjukkan ribuan ubur-ubur muncul di perairan Probolinggo dianggap akan datangnya pertanda buruk oleh warganet. Begini fakta terkait fenomena tersebut.
- Ruth Meliana
- Selasa, 21 April 2020 - 15:46 WIB
WowKeren - Warga yang tinggal di sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo tengah menikmati pemandangan yang tak biasa. Pasalnya, ribuan ubur-ubur bermunculan dan memenuhi perairan tersebut.
Video viralnya ubur-ubur ini telah dibagikan di media sosial oleh seorang warganet. Akun ini bahkan mempertanyakan pertanda terjadinya fenomena tersebut yang dianggapnya mengerikan.
”Di pelabuhan Probolinggo tiba-tiba muncul banyak sekali ubur-ubur,” tulis pemilik akun dengan nama Manda Fiqolby di Facebook, Selasa (21/4). “Gak biasanya seperti ini, ada petanda apa ya. Ngeri deh, semoga aman-aman aja di Probolinggo. Amin.”
Namun ternyata, fenomena munculnya hewan tak bertulang belakang itu sudah diantisipasi petugas keamanan maupun nelayan. Ubur-ubur yang tak terhitung jumlahnya tersebut diketahui memang selalu muncul setiap tahunnya di lokasi itu.
Berbagai jenis ubur-ubur pun turut mewarnai perairan di sekitar pelabuhan dengan indah. Diantaranya ada ubur-ubur berwarna putih polos, bintik kecoklatan dan kebiruan.
Salah seorang nelayan yang bernama Hambali mengatakan jika ubur-ubur yang muncul tersebut tidaklah mematikan. Namun, ubur-ubur jenis bintik kecoklatan dapat menyebabkan gatal-gatal saat terkena kulit.
Hambali juga mengatakan jika munculnya ubur-ubur tersebut sama sekali bukan pertanda buruk. Bahkan, ia mengaku jika ubur-ubur sangatlah bermanfaat bagi penduduk setempat.
Nelayan diketahui dapat menjadikan ubur-ubur tersebut sebagai umpan dalam menangkap ikan. Penduduk setempat bahkan bisa memanfaatkan ubur-ubur sebagai bahan baku plastik.
”Sudah biasa nelayan dengan munculnya ubur-ubur ini,” ujar Hambali seperti dilansir dari Detik, Senin (20/4). “Ya sekitar sepekanan sudah terlihat di perairan sini.”
Kini, Keamanan Laut Mayangan langsung meningkatkan pengawasan di perairan laut setempat. Komandan Keamanan Laut Mayangan, Peltu Agus Suyono menjelaskan pengawasan dilakukan demi keamanan masyarakat agar tidak terkena serangan ubur-ubur.
Agus juga melarang masyarakat setempat untuk mandi atau berendam di perairan laut Probolinggo. Diprediksi, kemunculan ubur-ubur akan terus terjadi hingga pergantian musim kemarau atau sekitar 2 bulan ke depan.
(wk/lian)