KLHK Sebut Ketidakseimbangan Ekosistem Picu Pandemi Corona
Nasional

Kelelawar dikenal sebagai binatang reservoir dari banyak virus. Menghancurkan habitat binatang ini akan merugikan manusia sebab membuka peluang terjadinya lonjakan virus ke spesies lain.

WowKeren - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menilai jika penyebab pandemi corona (COVID-19) yang masih merajalela di dunia masih berkaitan dengan ketidakseimbangan alam. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Ir Wiratno menyebut jika ketidakseimbangan ekosistem biotik dan abiotik memicu berkembangnya pandemi.

"COVID-19 sebagai sebuah pembelajaran yang sangat mahal karena bisa terjadi pandemi," kata dia di Jakarta seperti dilanslir Antara, Rabu (22/4). Selain itu, pandemi juga bisa saja terjadi karena terputusnya siklus makanan. Untuk itu, KLHK mengajak semua pihak untuk mencermati fenomena ini agar hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya.

"Atau hal itu juga dapat terjadi dikarenakan mutasi virus corona yang berasosiasi dengan beberapa jenis satwa liar," jelas Wiratno. "Melihat kondisi latar belakang itu, KLHK mengajak semua pihak mempelajari agar hal serupa tidak kembali terulang."

Ia kemudian mencontohkan pengelolaan konservasi untuk kebaikan manusia. Memasukkan sisi kesehatan ke dalam pengelolaan konservasi merupakan bagian dari aspek perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan untuk manusia.


Sebagai contohnya adalah kelelawar. Kelelawar dikenal sebagai binatang reservoir dari banyak virus. Menghancurkan habitat binatang ini akan merugikan manusia itu sendiri. Pasalnya, hal itu akan membuka peluang terjadinya lonjakan virus ke spesies lain.

Tak menutup kemungkinan, lonjakan virus bahkan bisa terjadi pada pada manusia. "Pada akhirnya dapat pula menjadi penyakit baru dan bersifat zoonosis dan menular pada manusia," ujar dia.

Contoh nyata penyakit yang berkaitan dengan kondisi ini adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan MERS. lalu ditambah lagi dengan sejumlah penelitian yang mengindikasikan virus SARS-CoV 2 yang menjadi penyebab COVID-19 berkaitan dengan kelelawar.

Sebelumnya, sejumlah peneliti menyebutkan jika penyebaran virus corona dapat dilakukan zoonosis. Virus berbahaya yang biasa terdapat pada hewan kelelawar ini dapat menular ke manusia yang melakukan kontak langsung atau mengkonsumsi dagingnya.

Selain kelelawar, hewan lainnya yang diduga menularkan virus corona adalah trenggiling. Trenggiling biasa digunakan oleh orang Asia untuk makanan dan obat-obatan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait