Kasino dan berbagai tempat hiburan di Las Vegas, AS terpaksa ditutup karena pandemi COVID-19. Namun kini sang walkot memohon agar kasino kembali dibuka, bak percaya diri mereka 'kebal' COVID-19.
- Elvariza Opita
- Kamis, 23 April 2020 - 09:28 WIB
WowKeren - Amerika Serikat menjadi negara yang benar-benar dihantam telak oleh wabah virus Corona. Berbagai kebijakan terutama yang berkaitan dengan tempat-tempat umum pun dirilis, termasuk menutup lokasi seperti itu.
Salah satu yang terdampak tentu Las Vegas yang selama ini dikenal sebagai pusat kasino dan perhotelan. Merasa sudah terlalu lama tutup, Wali Kota Las Vegas, Carolyn Goodman meminta agar kasino di wilayahnya kembali dibuka.
Bahkan Goodman menegaskan warga wilayahnya siap menajdi "kelompok kontrol". Sebagai informasi, dalam perencanaan penelitian, kelompok kontrol adalah kelompok spesimen percobaan yang tak diberi perlakuan apapun. Dengan demikian, Walkot Goodman menawarkan diri agar Las Vegas menjadi kelompok kontrol untuk melihat seberapa banyak orang yang akan meninggal akibat COVID-19 bila tak menerapkan social distancing.
Goodman membenarkan bahwa saat ini sudah ada 150 orang yang meninggal akibat COVID-19 di wilayahnya dan tentu itu mengerikan. Namun hal itu tak lantas membuat wilayahnya yang dihuni sekitar 2,3 juta orang "dimatikan" begitu saja.
Pembawa acara yang menanyainya pun berargumen bahwa jumlah pasien positif COVID-19 maupun korban jiwanya bisa terkendali karena social distancing. Tentu akan ada dampak mengerikan apabila kebijakan itu dicabut.
"Bagaimana Anda bisa tahu (kebenarannya) sampai ada kelompok kontrol (untuk pembanding)?" kata Goodman, seperti dilansir dari Toofab, Kamis (23/4). "Kami menawarkan diri menjadi kelompok kontrol, namun tawaran saya diabaikan begitu saja."
Pembawa acara pun kembali menanyainya perihal bagaimana protokol keamanan andai kasino kembali beroperasi. Pasalnya tentu akan ada ribuan orang yang berinteraksi di dalam ruangan kasino, saling mengobrol sembari merokok dan minum bersama.
Tangan-tangan pun tak terkendali akan menyentuh berbagai permukaan di sana. "Bukankah seperti virus (yang 'dikembangbiakkan') di cawan petri?" ujar sang pembawa acara, menganalogikan dengan metode memperbanyak virus atau bakteri di dalam laboratorium.
Jawaban Goodman atas pertanyaan ini lah yang kemudian kembali menyita perhatian banyak orang. Sebab ia berargumen mengurusi protokol kesehatan ketika kasino kembali beroperasi bukanlah bagian dari pekerjaannya.
"Itu urusan mereka (pemilik kasino), aku tidak punya kasino. Aku tidak tahu apa-apa soal operasional kasino," jawabnya enteng.
"Sekarang kita dalam kondisi krisis kesehatan. Namun memastikan perekonomian tetap berjalan adalah tanggung jawab wali kota," imbuhnya. "Sedangkan bila sudah beroperasi, bagaimana protokol kesehatannya, itu pekerjaan mereka, bukan aku."
(wk/elva)