New York Simpan Mayat Korban Corona di Truk Pendingin
Getty Images
Dunia

Pemerintah Kota New York menyimpan jenazah korban virus corona di dalam truk pendingin dan tidak langsung mengubur mereka di pulau Hart untuk mengurangi beban di kamar mayat rumah sakit.

WowKeren - New York diketahui menjadi episentrum alias pusat penyebaran virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS). Jumlah korban tewas di New York bahkan sudah menyentuh angka 20,354 jiwa. Kini, laporan terbaru menyebut kalau New York kesulitan untuk menampung mayat-mayat tersebut dan menyimpannya di dalam truk pendingin.

Dilansir Daily Mail pada Kamis (23/4), pemerintah Kota New York menyimpan jenazah korban virus corona di dalam truk pendingin dan tidak langsung mengubur mereka di pulau Hart untuk mengurangi beban di kamar mayat rumah sakit maupun rumah-rumah pemakaman yang kesulitan karena terus menerus berusaha memenuhi setiap permintaan penguburan jenazah.

Berdasarkan keterangan dari NY Daily News, tubuh-tubuh korban COVID-19 itu akan dikirim dari kamar mayat rumah sakit di New York dan disimpan di dalam truk pendingin selama beberapa hari sebelum proses dekomposisi dimulai.

Disebutkan bahwa truk pendingin itu tidak hanya meringankan beban di kamar mayat dan rumah pemakaman tapi juga memberikan waktu lebih bagi keluarga korban dan pengatur pemakaman untuk membuat perjanjian. Hal tersebut karena truk pendingin itu bisa menyimpan mayat sampai 1 tahun lamanya.


Juru bicara Walikota New York, Avery Cohen, mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menghormati keluarga korban. "Kami berduka untuk keluarga korban di seluruh kota ini karena telah membuat keputusan sulit yang terbaik demi menghormati anggota keluarga yang dicintai," tuturnya.

Dia juga menambahkan bahwa selama masa pandemi ini, pihak pemerintah New York ingin memastikan para keluarga bisa mengantar anggota keluarga tercinta mereka ke peristirahatan terakhir di saat yang tepat. Truk-truk pendingin bertenaga listrik akan ditempatkan di tempat kamar mayat keamanan bencana yang ada di Brooklyn Selatan.

Nantinya korban-korban tewas akibat COVID-19 tersebut akan dimakamkan di kuburan massal yang ada di Pulau Hart. Namun peraturan tersebut berlaku hanya untuk mayat yang tidak dapat diidentifikasi atau apabila tubuh mereka tidak diklaim oleh kerabat terdekat dalam 15 hari setelah tanggal kematian mereka.

Walikota New York, Bill de Blasio, juga menjanjikan pemakaman massal di pulau Bronx jika kamar mayat di kota itu kekurangan tempat. Namun hingga kini masih belum diketahui berapa banyak truk pendingin yang akan disediakan, atau berapa biaya perawatannya.

Di sisi lain, hingga kini New York telah mencatatkan sebanyak 262,268 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Dari jumlah tersebut, 212,321 telah sembuh dan lebih dari 20 ribu pasien dinyatakan meninggal dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait