Pasien Virus Corona Yang Masuk 11 Kelompok Ini Dianjurkan Tidak Puasa
Getty Images
Health

Seorang profesor di Universitas Indonesia (UI) telah mengelompokkan pasien positif virus corona (COVID-19) yang tidak diajurkan untuk menjalani ibadah puasa. Siapa saja?

WowKeren - Bulan suci Ramadhan saat ini telah tiba. Masyarakat muslim Indonesia tengah menuaikan ibadah puasa sejak Jumat (24/4) lalu. Namun, bulan Ramadhan tahun ini di Indonesia begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasa selalu semarak.

Pasalnya, Indonesia tengah dihadapkan dengan situasi darurat akibat pandemi virus corona (COVID-19). Hingga saat ini, kasus virus corona di Indonesia telah mencapai lebih dari 9.700 orang dan hampir menembus 10 ribu. Kasus ini hampir tersebar di seluruh provinsi Indonesia dan menyerang berbagai lapisan masyarakat.

Tentunya, banyaknya jumlah pasien COVID-19 juga turut menimbulkan pertanyaan serius bagaimana jika diantara mereka harus menjalani puasa. Profesor dan Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Ari Fahrial Syam lantas menjelaskan tentang masalah ini.

Dilansir Medcom, Ari mengatakan jika saat ini ada 11 kelompok pasien virus corona yang sama sekali tidak dianjurkan untuk melakukan puasa. Bahkan, 11 kelompok ini juga sebisa mungkin diminta tidak memaksa untuk puasa demi menjaga kesehatan mereka agar tidak dampak COVID-19 yang diderita tidak sampai fatal.

Pasien dirawat

Berbagai Sumber

Kelompok pertama yang disarankan tidak puasa adalah pasien COVID-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. Khususnya bagi pasien yang masih dalam keadaan diinfus baik cairan, makanan, hingga transfusi darah.

Kelompok kedua adalah pasien virus corona yang tengah mengalami infeksi akut. Diantaranya adalah radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, pneumonia, infeksi saluran kencing, hingga infeksi lain yang menyebabkan deman tinggi.

Kelompok ketiga adalah pasien COVID-19 yang menderita sakit migrain ataupun vertigo. Kelompok pasien ini sangat dianjurkan untuk tidak puasa lantaran tidak makan atau minum obat justru memicu rasa sakit bertambah hebat.

Kelompok keempat adalah pasien virus corona yang memiliki gangguan pernapasan akut. Diantaranya seperti asma akut hingga penyakit paru obstruksi kronis yang berat.


Penyakit Pernapasan

Berbagai Sumber

Kelompok kelima adalah pasien virus corona yang memiliki sakit jantung, khusunya gagal jantung. Pasien yang memiliki penyakit jantung diminta untuk sama sekali tidak puasa demi menghindari dampak fatal bagi tubuh.

Kelompok keenam adalah pasien virus corona yang yang memiliki penyakit maag, khususnya yang sudah akut. Gejala maag akut adalah muntah-muntah hingga nyeri hebat dan keluar keringat dingin.

Kelompok ketujuh adalah pasien virus corona yang juga memiliki penyakit kanker. Pasien kelompok ini sangat dianjurkan tidak berpuasa agar kesehatan dapat terus terjaga selama proses pengobatan dilakukan.

Kemudian kedelapan adalah orang lanjut usia (lansia) yang memiliki COVID-19 dan sejumlah masalah ingatan. Lansia yang menderita penyakit alzheimer contohnya akan sulit mengingat sudah makan atau belum sehingga memaksa puasa justru dapat berbahaya.

Lansia

Berbagai Sumber

Lalu kelompok kesembilan adalah pasien virus corona yang memiliki riwayat gangguan liver kronis lanjut. Penyakit ini diantaranya adalah sirosis hepatitis grade B atau C.

Selanjutnya, kelompok sepuluh merupakan pasien COVID-19 yang memiliki penyakit gagal ginjal kronis. Puasa dinilai akan memperparah kinerja ginjal pasien. Apalagi, pasien jenis ini harus disiplin menjalani cuci darah dan peritoneal dialisis.

Terakhir adalah pasien virus corona yang memiliki sakit kencing manis atau diabetes. Kelompok ini sangat membutuhkan asupan makanan dan minuman yang terjaga. Selain itu, pasien ini juga perlu mengontrol gula darahnya dengan suntik insulin lebih dari 40 U per hari.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait