Diduga Petugas Lalai, Sepasang Beruang Lepas ke Pemukiman Warga di Kulonprogo
SerbaSerbi

Pengelola Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) Tarko Sudiarto menjelaskan jika sepasang beruang itu telah menjalani rehabilitasi di WRC dan rencananya akan dilepasliarkan.

WowKeren - Dua ekor beruang madu Sumatera di Wildlife Rescue Center (WRC) Kulon Progo lepas ke pemukiman warga. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/4).

Beruntung, beruang tersebut berhasil ditangkap kembali pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang warga yang juga ikut membantu saat proses penangkapan, menyatakan jika hanya ada satu beruang betina yang berhasil ditangkap. Menurutnya, proses pencarian cukup susah mengingat binatang tersebut cukup menguasai medan.

"Satu tertangkap, beruang yang satunya dicari," kata Tri di Kulonprogo, Rabu (29/4). "Agak sulit karena dia (beruang) lebih paham medan dibanding kami."

Tak hanya melibatkan warga, proses penangkapan juga melibatkan relawan, polisi hingga TNI. Beruang dibius untuk dilemahkan agar tidak membahayakan. Sedangkan beruang yang jantan baru bisa ditangkap pada malam harinya.

"Beruang satunya ditangkap sekitar jam 22.00 WIB, di pekarangan warga," jelas Tri. "Jaraknya sekitar 100 meter dari WRC.


Pengelola Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) Tarko Sudiarto menjelaskan jika sepasang beruang itu telah menjalani rehabilitasi selama lima tahun di WRC. Rencananya pihak WRC akan melepas keduanya ke alam liar di Kalimantan. Hal itu tak lepas dari anggapan jika sifat liat satwa itu telah kembali.

Namun sayangnya, akibat pandemi corona (COVID-19) yang terjadi di Indonesia menyebabkan rencana pelepasliaran tersebut terpaksa harus ditunda. "Karena ada wabah COVID-19, sementara belum bisa dilakukan. Nanti saat mau dilepasliarkan akan kami rilis," jelas Tarko.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Kulon Progo, Untung Suripto, mengatakan jika lepasnya beruang tersebut disebabkan karena kelalaian petugas yang menjaga. Beruang bisa lepas karena kandangnya tidak terkunci dengan sempurna.

"Setelah kami interview ini kelalaian keeper," kata Untung. "Pintu sebenarnya sudah tergembok tapi kurang sempurna. Ini murni kelalaian manusia."

Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang, pihak YKAY akan melakukan evaluasi. "Kami akui ada keteledoran sehingga menyebabkan beruang lepas. Ke depan akan kita evaluasi agar tidak terulang," imbuh Tarko.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait