Penonton 'The King: Eternal Monarch' protes untuk adegan yang ditayangkan pada 2 Mei yang menampilkan pertempuran antara Kerajaan Korea melawan kapal perang Jepang.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Rabu, 06 Mei 2020 - 12:58 WIB
WowKeren - "The King: Eternal Monarch" kembali terlibat kontroversi terkait salah satu adegan. Kali ini penonton menyampaikan protes untuk adegan yang ditayangkan pada 2 Mei yang menampilkan pertempuran antara Kerajaan Korea melawan kapal perang Jepang.
Pasalnya kapal perang Jepang yang diperlihatkan dalam drama degan membawa bendera Jepang di atas kapal, sangat mirip dengan desain kapal angkatan laut yang mewakili sejarah dari Korea.
Menyadari kontroversi kapal perang Jepang ini, sutradara "The King: Eternal Monarch" Baek Sang Hoon menyampaikan permintaan maaf resmi melalui situs web resmi drama tersebut.
"Aku benar-benar tidak bermaksud menggambarkan kapal perang Korea seolah itu milik Jepang. Kami mulai syuting untuk adegan ini beberapa waktu yang lalu pada pertengahan Januari, dan pada awalnya kami berencana untuk bersaing adegan dengan membuka sumber referensi bahan," ungkap sutradara.
"Kami membuat persiapan untuk memfilmkan sumber CG kami menjelang akhir Januari di luar negeri, sebelum memutuskan untuk membeli sumber daya yang lebih diperlukan dan masuk ke produksi 3D," sambung sutradara.
"Namun, karena pandemi COVID-19, kami tidak bisa bepergian ke luar negeri untuk pembuatan film referensi. Kemudian, situasi COVID-19 memburuk sehingga kami bahkan tidak bisa melakukan pengisian yang diperlukan di Korea. Pada akhirnya, kami disortir membeli bahan referensi untuk produksi 3D," lanjut sutradara.
"Aku bukan seorang profesional, jadi tidak bisa membedakan antara desain kapal perang khusus dari masing-masing negara dan merasa bahwa mereka semua agak mirip pada pandangan pertama. Selanjutnya, aku harus memeriksa rincian yang lebih spesifik mengenai pembelian kami, bahan referensi tetapi saya gagal melakukannya," imbuh sutradara.
"Aku dengan tulus meminta maaf karena membuat penonton tidak nyaman karena kecerobohanku, gagal memeriksa detail yang diperlukan dan menggunakan situasi saat ini sebagai alasan untuk menutupi kesalahanku," tambah sutradara. "Aku akan mengedit adegan kontroversial yang dipertanyakan sesegera mungkin sehingga tidak akan ada lagi ketidaknyamanan dalam episode tayang ulang drama atau konten layanan VOD," pungkas sutradara.
(wk/amal)