Kehilangan Saudara Di Pandemi Flu Spanyol, Kakek 116 Tahun Ini Beri Pesan Haru Di Masa Corona
SerbaSerbi

Seorang pria tertua di Afrika Selatan rayakan ultah yang ke-116 tahun. Di momen ini, ia mengenang perjalanan hidupnya sejak pandemi Flu Spanyol dan beri pesan haru di masa corona.

WowKeren - Berbagai kisah seputar pandemi virus corona (COVID-19) terus bermunculan di seluruh dunia. Salah satu kisah datang dari pria tertua asal Afrika Selatan yang bernama Fredie Blom.

Blom baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-116 tahun pada Jumat (8/5) kemarin. Ia diketahui lahir pada 8 Mei 1904 di kota pedesaan Adelaide, dekat pegunungan Great Winterberg di Provinsi Cape Timur, Afrika Selatan.

Blom lebih tua dari warga Inggris berusia 112 tahun yang dicatat Guinness World Records sebagai manusia tertua pada Maret lalu. Dengan usianya yang sudah melebihi satu abad, berbagai peristiwa di dunia telah disaksikan oleh Blom.

Dilansir media lokal Afrika Selatan Cape Town Etc, peristiwa yang telah dilewatinya adalah dua perang dunia hingga bertahan melawan pandemi Flu Spanyol pada 1918 lalu. Bukan hal mudah baginya melewati wabah tersebut.

Blom mengaku ia kehilangan saudara perempuannya dalam pandemi Flu Spanyol. Kala pandemi tersebut terjadi, usianya masih 14 tahun. Ia terpaksa harus tidur di luar rumah di atas tumpukan jerami demi menghindari tertular Flu Spanyol.

Blom kemudian pindah ke Cape Town untuk mencari pekerjaan. Disana, ia bekerja sebagai tukang kebun dan memotong kayu. Pekerjaan ini dilakukannya sampai ia berusia 106 tahun.

Blom juga telah menikah dengan seorang wanita bernama Jeanette Blom (87) selama 50 tahun. Pasangan ini memiliki anak, namun Jeanette memiliki dua dari pernikahan sebelumnya yang sudah dianggap Blom sebagai anaknya sendiri.


Di hari ulang tahunnya ini, ia ditemani oleh istri dan cucu-cucunya. Para tetangganya pun datang untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Blom mengaku bersyukur masih bisa diberi kehidupan yang panjang. "Aku telah hidup selama ini karena kemurahan Tuhan," ungkap Blom seperti dilansir AFP.

Meski usianya tidak lagi muda, Blom menyatakan tidak akan membiarkan pandemi virus corona membuatnya panik. Ia pun mengeluhkan kebijakan Presiden Cyril Ramaphosa yang melarang penjualan rokok sebagai bagian dari lockdown.

Rupanya, Blom hanya menginginkan untuk merokok tembakau di hari ulang tahunnya. Ia juga masih begitu sehat di usianya yang menyentuh 116 tahun. Menurutnya, tidak ada rahasia yang menyebabkannya berumur panjang.

"Bos di lantai atas (Tuhan) yang memutuskan bahwa waktuku belum tiba," ungkap Blom. "Saya merokok tembakau saya. Saya tidak pergi ke dokter. Semua yang saya minum adalah tablet Eno dan Disprin setiap hari. Dan saya baik-baik saja."

Blom saat ini dalam keadaan sehat dan masih aktif merokok pipa tembakau. Menurut Daily Voice, ia masih mencuci dan berpakaian sendiri, meskipun sekarang dia berjalan dengan tongkat. Ia juga kesulitan mendengar dan menghabiskan sebagian besar harinya di luar di halaman rumahnya.

Kini, Guinness World Book of Records sedang dalam proses memverifikasi usia Blom. Jika usianya benar, ia akan dinobatkan sebagai manusia tertua yang masih hidup di dunia. Saat ini, Bob Weighton yang berusia 112 tahun dari Inggris memegang gelar tersebut.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait