Sekolah-sekolah untuk anak berusia dua hingga enam tahun kini dilengkapi robot yang dapat memeriksa kesehatan siswa. Robot yang dibanderol dengan harga ratusan juta itu sudah tersebar di 2 ribu sekolah di Tiongkok.
- Neressa Prahastiwi
- Senin, 11 Mei 2020 - 14:20 WIB
WowKeren - Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas sebelum belajar mengajar di Tiongkok ramai dibicarakan di media sosial. Dalam video tampak seorang siswa preschool yang diantarkan ibunya. Di depan sekolah, sejumlah guru telah menunggu untuk memastikan siswa dalam keadaan bersih dan sehat.
Pertama-tama, alas sepatu siswa disemprot dengan cairan pembersih. Kemudian masker yang digunakan siswa selama perjalanan ke sekolah dibuang ke tempat sampah. Selanjutnya siswa mencuci tangannya dengan mesin yang tersedia.
Tubuh siswa pun disemprot dengan disinfektan sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai tahap akhir. Sebuah robot dengan mata tersenyum berwarna kuning dan biru siap memeriksa. Siswa cukup meletakkan tangannya di dalam badan robot, serta menatap wajah robot sambil membuka mulutnya.
Robot tersebut dikenal sebagai Walklake yang telah dipasang di 2000 sekolah Tiongkok dengan siswa berusia antara dua hingga enam tahun. Robot Walklake akan terus memeriksa para siswa setiap pagi.
Dengan tinggi sekitar satu meter, Robot Walklake diklaim mampu mengidentifikasi berbagai macam penyakit seperti demam hanya dalam waktu tiga detik. Hal ini tentu dapat mencegah penyebaran penyakit menular di antara para siswa. Meski keefektifannya belum dapat dipastikan, penggunaan Robot Walklake dianggap efisien untuk menskrining penyakit siswa di sekolah-sekolah.
Dilansir The Sector, Robot Walklake dijual dengan harga Rp100-150 juta per unit. Warganet berharap apabila standar kebersihan dan kesehatan ini dapat menjadi contoh di berbagai negara. Tak hanya sekolah, standar tersebut juga dinilai harus diterapkan di tempat-tempat umum lainnya.
"Bukan cuma sekolah, tempat-tempat kerumunan lain seperti mal & kawasan perkantoran juga perlu distandarisasi seperti ini. Bikin repot dan cost tinggi pasti. Tapi, mungkin begitulah idealnya kehidupan normal pascacorona," tulis @jusdalle yang membagikan video suasana sekolah Tiongkok pada pagi hari tersebut hingga telah disukai 33 ribu pengguna Twitter.
(wk/nere)