Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin memastikan jika video tersebut adalah hasil editan dengan narasi berbeda alias hoaks.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 12 Mei 2020 - 16:10 WIB
WowKeren - Sebuah video kembali menghebohkan jagat dunia maya belum lama ini. Video tersebut memperlihatkan sebuah benda asing jatuh dari langit, melesat dengan cepat dan memancarkan cahaya saat malam hari.
Benda itu disebut-sebut sebagai meteor yang jatuh di Sidosermo, Surabaya. Terkait hal ini, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ikut angkat bicara. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin menegaskan jika video itu tidak benar adanya.
"Tidak benar telah terjadi meteor jatuh di Surabaya seperti yang diungkapkan dalam video," kata Thomas dilansir Kumparan, Selasa (12/5). "Saya pastikan itu hoaks. Ada beberapa versi yang ditanyakan oleh teman-teman media, seperti ada yang menyebut Merauke, Aceh, dan Jatim, salah satunya ya Surabaya."
Thomas menilai jika video tersebut merupakan hasil editan dari versi aslinya. Video yang diedit tersebut kemudian disematkan narasi yang berbeda-beda.
Tak hanya itu terkait benda bercahaya yang ada dalam video itu bukanlah meteor, melainkan sampah antariksa atau roket yang masuk atmosfer Bumi dan jatuh di suatu tempat. Ia menduga roket tersebut adalah yang pernah jatuh di perairan Guam pada 2019 lalu.
"Itu adalah sampah antariksa atau roket yang jatuh di luar Indonesia," jelas Thomas. "Tampaknya itu roket RRT (China) yang jatuh di perairan Guam sekitar 2019."
Sementara itu, benda antariksa bisa terbakar dan pecah ketika memasuki atmosfer bumi di ketinggian sekitar 120 km di atas permukaan tanah. Selain itu, serpihan yang terbakar di sekitar objek juga memperkuat dugaan bahwa benda asing yang jatuh di dalam video merupakan sampah antariksa.
(wk/zodi)