Pria di Lampung Selatan tersebut mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 1,8 miliar supaya anaknya lulus seleksi Akademi Kepolisian (Akpol). Sayangnya, ia hanya menjadi korban penipuan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 17 Juni 2020 - 08:45 WIB
WowKeren - Seorang pria di Lampung Selatan kini tengah menjadi bahan perbincangan di media sosial karena kisahnya yang apes. Pria tersebut mengaku telah menyetor uang sebesar Rp 1,8 miliar supaya anaknya lulus seleksi Akademi Kepolisian (Akpol).
Sayangnya, pria tersebut menjadi korban penipuan penerimaan Akpol dan akhirnya memilih untuk lapor ke polisi. Polres Lampung Selatan akhirnya telah menangkap tersangka kasus penipuan bermodus penerimaan Akpol tersebut.
Melansir Tribunnews, tersangka berinisial Sr tersebut dijemput oleh polisi pada Jumat (12/6) malam. "Untuk tersangka kita lakukan penahanan. Karena sudah cukup bukti dan unsur terkait kasus penipuannya yang menjerat tersangka," terang Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, AKP Tri Maradona, mengungkapkan bahwa tersangka Sr telah menjanjikan anak korban bisa masuk Akpol pada 2017 lalu. Sr juga meminta uang secara berkala kepada korban. Namun, anak korban tidak diterima masuk ke Akpol meski telah 2 kali mendaftar pada 2018 dan 2019 lalu.
"Tersangka menjanjikan bisa membantu anak pelapor yang hendak mendaftar Akpol. Tersangka secara berkala meminta uang kepada korban," terang Tri. "Kemudian korban kemudian melapor ke polisi. Tersangka sudah sempat dipanggil 2 kali, tetapi tidak memenuhi panggilan. Sehingga pada Jumat kemarin kita jemput."
Kisah ini pun membuat banyak warganet geleng-geleng. Kata kunci '1,8 M' bahkan masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia pada Rabu (17/6) pagi.
"Boro-boro bayar 1,8 M buat masuk akpol. Ngutang ke temen aja masih minta dispen," tulis akun @Ilhammjd1. "Nyogok 1.8 M masuk Akpol nanti klo sdh lulus, jadi polisi jadi Polisi Grandong," tambah akun @harry_ono.
"Ternyata lagi rame sama kabar heboh cetar nyogok pake '1,8 M'. Apalah daya cuman punya kartu ATM yang isinya dah ludes dipake buat kebutuhan selama Corona. Duh kalo punya 1,8 M pengen nikah, pengen umroh bareng keluarga, pengen, pengen dah pokonya," komentar akun @Ai***m1. "Nyogok 1,8 M demi masuk akpol? 20 Tahun baru balik modal, the real investasi pendidikan," timpal akun @ha***lu.
(wk/Bert)