Sebuah rumah jompo di Brasil membuat inovasi 'bilik pelukan' yang membantu anggota keluarga memeluk dan berinteraksi dengan para lansia yang aman di tengah pandemi COVID-19.
- Nidya Putri
- Rabu, 24 Juni 2020 - 13:25 WIB
WowKeren - Sebuah rumah jompo di Brasil Selatan menyediakan sebuah bilik khusus untuk bertemu dengan anggota keluarga dan melepas rindu di tengah pandemi corona (COVID-19). Bilik transparan tersebut dinamakan sebagai "bilik pelukan" karena membantu anggota keluarga memeluk dan berinteraksi dengan lansia dengan cara yang aman.
Ide membuat ruang khusus pengobat rindu ini berawal ketika salah seorang pekerja rumah jompo Tres Figueiras, Rio Grande do Sul, Brasil melihat banyak lansia yang merasa sedih dan kesepian saat perayaan Hari Ibu yang lalu.
Luciana Brito, salah seorang pemilik fasilitas tersebut mengatakan ide itu tercetus usai melihat video viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang perempuan di AS membuat gorden plastik agar bisa memeluk ibunya tanpa rasa waswas.
Dari situlah ia dan tim berpikir untuk membuat para lansia lebih bahagia selama masa karantina dengan membuat fasilitas serupa bagi para lansia. "Kami menyadari bahwa penghuni lansia merasa sedih," ujar Brito. "Kami berpikir mereka mungkin akan lebih bahagia jika ada cara yang membuat mereka bisa memeluk keluarga dan orang-orang terdekatnya."
Bilik transparan dilapisi plastik sebagai dinding penyekat antara tamu dan penghuni rumah jompo. Di salah satu sisi dinding terdapat sarung tangan di bagian dalam dan luar. Sarung tangan plastik yang dibuat menempel ke dinding plastik ini membantu pengunjung dan tamu saling berpelukan untuk melepas rindu.
Salah seorang lansia penghuni panti, Eraldo Quintana (81) pun mengaku senang dengan adanya inovasi tersebut. Kendati ia tak memungkiri jika ada rasa berbeda saat memeluk keluarganya dari bilik tersebut, dibandingkan dengan memeluk langsung.
"Dua anak perempuan saya datang berkunjung dan saya sangat senang bisa melihat dan memeluk mereka dari bilik ini," kata Quintana kepada CNN. "Jika tak ada bilik ini, kami mungkin terlalu khawatir untuk berinteraksi bahkan berpelukan karena virus corona."
Untuk memastikan keamanan bilik, petugas akan menyemprotkan disinfektan ke dalam ruangan plastik setiap 30 menit sekali. Pengunjung dan 28 penghuni panti memiliki jadwal penggunaan dan menerima kunjungan. Sebelum bertemu anggota keluarga, semua pengunjung harus melakukan pengecekan suhu tubuh dan mencuci tangan.
(wk/nidy)