Bikin Miris, Pasien Sembuh Corona Ternyata Bisa Alami Trauma Mengerikan Ini
Reuters
Health
Pandemi Virus Corona

Kumpulan pakar psikologi menemukan bahwa pasien sembuh alias penyintas COVID-19 mengembangkan gangguan mental bernama post traumatic stress disorder (PTSD), berikut penjelasannya.

WowKeren - Beragam fakta baru soal virus Corona penyebab COVID-19 terungkap seiring berjalannya waktu. Salah satu yang terbaru adalah perihal trauma yang bisa dialami oleh penyintas alias pasien sembuh COVID-19.

Sekelompok dokter yang sudah banyak menghadapi pasien COVID-19 menyebut para penyintas berpotensi mengalami post traumatic stress disorder (PTSD). PTSD sendiri merupakan salah satu bentuk gangguan psikis dimana pengidapnya mengalami trauma berat usai mengalami suatu kejadian yang begitu menderita, biasanya dialami oleh korban perang.


Menurut para dokter, pasien yang berpotensi mengalami PTSD adalah yang sempat merasakan fase gejala klinis yang sangat parah. Pengalaman dirawat selama fase itu, berhadapan dengan berbagai tindakan medis, membuat mereka berisiko mengalami trauma berat kendati sudah sembuh nanti.

Bagaimana gejala penyintas COVID-19 mengalami PTSD? Beberapa gejalanya meliputi flashback, mimpi buruk, berusaha menghindari apapun yang berkaitan dengan COVID-19, perubahan mood menjadi buruk, serta kerap berpikiran negatif.

Beberapa penyintas yang menjadi objek penelitian mengaku merasa panik ketika mereka harus beraktivitas mandiri. Pasalnya mereka khawatir akan merasa sakit, serta biasanya mereka juga merasa marah terhadap diri sendiri karena tak bisa kembali seperti sediakala sebelum terinfeksi Corona.

Psikiater Michael Bloomfield yang ikut bekerja dalam penelitian itu menyatakan kebanyakan pasiennya adalah penyintas COVID-19 yang pernah masuk unit perawatan intensif. Mereka mendeskripsikan perjuangan melawan COVID-19 di unit itu sebagai pengalaman yang sangat menakutkan dan invasif.

"Kami berusaha untuk bisa mendukung pasien-pasien ini," tegas Bloomfield, dikutip dari The Independent, Selasa (30/6). "Diperlukan pelayanan khusus dan spesifik untuk tiap pasien. Kesalahan pelayanan kesehatan psikis justru berdampak panjang."

Pakar psikis ini menyebut sekitar 30 persen dari 100 ribu penyintas COVID-19 mengalami PTSD. Situasi ini jelas tak bisa dianggap sepele karena COVID-19 ternyata tak hanya "merusak" fisik tetapi juga mental.

"Kita berada dalam krisis kesehatan global yang terburuk dalam sejarah," ujar para pakar psikis yang terlibat dalam penelitian tersebut. "Karena pengobatan tak bisa hanya ditujukan untuk fisik tetapi juga kesehatan mentalnya."

"Pandemi sudah menjungkirbalikkan hidup kita dan beberapa penyintas ternyata mengalami gangguan psikis karenanya," imbuh mereka. Oleh karena itu tim dokter berharap ada perawatan mental untuk para penyintas COVID-19 ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts