Nonton Konser dan Nge-Gym Disebut Aktivitas yang Sulit Pulih Saat New Normal
Rawpixel
SerbaSerbi
Skenario New Normal COVID-19

Lifepal.co.id melakukan survei terhadap sekitar 500 orang yang tinggal dan beraktivitas di Jakarta. Dari hasil survei tersebut, rata-rata aktivitas kembali pulih hanya 42,6% dari semula.

WowKeren - Aktivitas masyarakat mulai kembali normal atau yang dewasa ini disebut New Normal meski virus COVID-19 masih menjadi ancaman di dunia. Namun menurut survei Lifepal.co.id, aktivitas masyarakat di tempat publik tak akan 100% pulih seperti sedia kala.

Penurunan aktivitas masyarakat Jakarta dinilai akan cukup besar selama New Normal. Karena penularan COVID-19 masih cukup berisiko di tempat publik, masyarakat berencana mengurangi aktivitasnya di luar rumah.


Survei dilakukan terhadap 569 responden random yang berdomisili dan beraktivitas rutin di Jakarta. Responden diminta memperkirakan seberapa sering mereka beraktivitas pada masa New Normal nanti. Hasilnya, rata-rata aktivitas masyarakat hanya 29% hingga 58%.

Work from home atau WFH ternyata menjadi pilihan perusahaan dan karyawan bahkan pada New Normal mendatang. Sementara untuk aktivitas belajar mengajar juga tidak bisa pulih 100%. Hasil survei untuk sekolah dan bekerja hanya pulih hingga 58,1%.

Nonton Konser dan Nge-Gym Disebut Aktivitas yang Sulit Pulih Saat New Normal

Lifepal.co.id

Begitu pun aktivitas konsumsi seperti berbelanja untuk kebutuhan pokok, hanya mencapai 57,9%. Masyarakat juga memilih untuk makan di rumah masing-masing dan menghindari restoran indoor. Oleh sebab itu, usaha kuliner kini mulai mengandalkan jasa delivery.

Aktivitas yang diduga sulit pulih berdasarkan survei adalah hiburan outdoor serta mengunjungi pusat kebugaran indoor. Aktivitas hiburan outdoor seperti konser off air, mengunjungi pameran, dan sebagainya. Sedangkan pusat kebugaran identik dengan gym, yakni pulih hanya mencapai 29,3%.

Mengutip dari Kumparan, Pakar Epidermis Universitas Indonesia, Dr. Tri Yunis Miko Wahyono, menjelaskan apabila risiko tertular virus COVID-19 lebih tinggi jika melakukan aktivitas indoor. Sedangkan untuk transportasi, tingkat pemulihan pengguna taksi online lebih tinggi dibanding ojek online dan transportasi umum.

Untuk diketahui, perbandingan jumlah responden survei adalah pria 48% dan wanita 52%. Sedangkan untuk kategori usia, 52,3% berusia 26 hingga 29 tahun. Rata-rata frekuensi aktivitas masyarakat di Jakarta saat New Normal diperkirakan hanya 42,6% dibanding sebelum pandemi COVID-19.

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts