Kabar Baik! 5 Vaksin Virus Corona Masuk Fase Akhir, Begini Tahapannya
Health
Vaksin COVID-19

Kabar Baik! Puluhan vaksin virus corona (COVID-19) yang sedang dikembangkan para peneliti di berbagai belahan dunia tinggal selangkah lagi diedarkan. Berikut daftarnya.

WowKeren - Para peneliti di berbagai belahan dunia terus melakukan penelitian demi menemukan vaksin virus corona (COVID-19). Kabar baik, sejumlah vaksin yang telah dikembangkan kini dilaporkan sedang dalam tahap uji coba pada manusia.

Seperti yang diketahui, pandemi virus corona telah menekan para peneliti di berbagai negara lain untuk terus bekerja ekstra keras meluncurkan vaksin. Mereka menargetkan paling cepat jika vaksin COVID-19 dapat diluncurkan pada 2021 mendatang.


Para peneliti terus berlomba dengan waktu mengingat penyebaran virus corona yang cukup cepat. Terlebih, sebanyak lebih dari 580 ribu orang meninggal dunia akibat pandemi hingga Kamis (16/7).

Selama ini, tahap pengujian vaksin terdiri dari tahap pra-klinis dan klinis. Tahap pra klinis merupakan pengujian dilakukan kepada hewan. Sedangkan tahap klinis berarti vaksin telah siap diuji coba pada manusia.

Biasanya, penelitian vaksin sendiri bisa berlangsung dalam waktu 10 hingga 15 tahun. Lamanya waktu demi memastikan vaksin aman dan tidak memberikan efek samping bagi sebagian besar penggunanya.

Sementara itu, tahap uji klinis vaksin dibagi menjadi tiga fase, yakni Fase I, Fase II, dan Fase III. Berikut merupakan urutannya:

Virus Corona

Berbagai Sumber

FASE I

Dalam Fase I, vaksin akan diuji coba pada sekelompok kecil sukarelawan manusia, dimana jumlahnya kurang dari 100 orang. Hal ini untuk memastikan keamanan efek samping dan respons imun.

FASE II

Dalam Fase II, uji coba vaksin akan dilakukan dengan jumlah sukarelawan yang lebih banyak, yakni ratusan orang (100-300). Mereka akan dibagi dalam grup sesuai dengan usia. Seperti anak-anak dan orang tua untuk mengetahui apakah ada perbedaan reaksi tergantung umur.

Selain itu, uji coba vaksin Fase II juga akan diberikan kepada peserta yang memiliki karateristik, seperti kondisi fisik dan umur sesuai komunitas yang disasar. Uji coba ini adalah tes lanjutan keamanan vaksin dan respons imun.

FASE III

Selanjutnya uji coba Fase III akan melakukan pengetesan pada ribuan orang (2.500-10 ribu). Peneliti akan melihat apakah orang-orang yang diberikan vaksin terinfeksi virus corona atau tidak.

Nantinya, vaksin akan diberikan secara acak untuk menguji keampuhan vaksin dalam menangkal virus. Hal ini bisa dilakukan dengan disuntik vaksin yang diuji dan ada yang di suntik plasebo (obat kosong).

Berikut merupakan daftar vaksin yang siap masuk dalam tahap akhir pengujian manusia:

Vaksin COVID-19

Berbagai Sumber

1. University of Oxford/AstraZeneca (FASE III)

AstraZeneca dan University of Oxford sedang mengembangkan vaksin virus corona yang diberi nama ChAdOx1. Sejauh ini, vaksin tersebut sudah masuk dalam uji coba klinis Fase II/III di Inggris dan uji coba Fase III di Brasil serta Afrika Selatan.

Mengingat uji coba yang sudah mencapai tahap akhir, Universitas Oxford berharap dapat segera memberikan vaksin darurat bagi pasien COVID-19 pada bulan Oktober mendatang. AstraZeneca sendiri mengatakan pada Juni lalu jika total kapasitas produksi adalah dua miliar vaksin.

2. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm (FASE III)

Perusahaan asal Tiongkok, Wuhan Institute of Biological Products dan Sinopharm tengah mengembangkan vaksin inactivated. Vaksin ini dinilai aman dan memicu respons kekebalan.

Kedua perusahaan tersebut akhirnya meluncurkan uji coba klinis Fase III pada bulan Juli ini di Uni Emirat Arab (UEA). Total, uji coba vaksin di UEA ini akan diberikan kepada 15 ribu orang.

3. Moderna (FASE III)

Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) juga tidak kalah dengan negara lain terkait pengembangan vaksin virus corona. Dilansir Livermint, perusahaan bernama Moderna ini telah berencana untuk memulai uji coba klinis tahap akhir bulan ini.

Moderna adalah perusahaan Amerika pertama yang menguji vaksin ke manusia, dimana Fase I dilakukan pada 14 Juli. Selanjutnya, perusahaan ini akan melakukan uji coba Fase III mulai 27 Juli mendatang. Vaksin yang dikembangkan Moderna sendiri menggunakan messenger RNA (mRNA) untuk memproduksi protein virus.

4. Sinovac (FASE III)

Perusahaan Tiongkok lainnya yang ikut mengembangkan vaksin virus corona adalah China Sinovac Biotech. Perusahaan swasta tersebut juga melaporkan vaksin buatan mereka yang tidak aktif telah diuji coba Fase I/II pada Juni lalu.

Vaksin yang diberi nama CoronaVac ini disebut aman dan tidak menimbulkan efek samping yang parah saat uji coba Fase I/II. Selain itu, vaksin ini juga telah menghasilkan respons kekebalan pada 743 sukarelawan yang bersedia melakukan uji coba.

Kini, Sinovac bersiap menjalani uji coba Fase III di Brasil pada bulan Juli ini. Perusahaan ini juga telah membangun fasilitas yang akan digunakan untuk memproduksi 100 juta vaksin per tahun.

5. CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology (FASE II, Persetujuan terbatas)

Perusahaan asal Tiongkok lainnya, CanSino Biologics juga menunjukkan sinyal positif terkait penelitian vaksin COVID-19 yang diberi nama Ad5. Pada bulan Mei lalu, perusahaan ini telah melaporkan hasil yang menjanjikan dari uji coba keselamatan FASE I.

Perusahaan ini kemudikan melaporkan dari data yang tidak dipublikasikan jika uji coba Fase II cukup positif. Dalam Fase II, vaksin virus corona telah menghasilkan respon kekebalan yang kuat.

Walau baru mencapai Fase II, namun Pemerintah Tiongkok pada 25 Juni lalu telah mengizinkan vaksin virus corona digunakan untuk kalangan militer. Vaksin tersebut akan diberikan kepada para militer selama satu tahun kedepan.

Dari hasil uji coba, hampir setengah dari penerima vaksin Ad5-nCoV melaporkan berbagai efek samping demam, 44 persen kelelahan, dan 39 persen merasakan sakit kepala. Secara keseluruhan, 9 persen pasien melaporkan efek samping yang cukup parah sehingga berpotensi mengganggu aktivitas.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts