Viral Bakso Djanda di Wonogiri Bikin Berlinang Air Mata, Ternyata Ini Asal-Usulnya
SerbaSerbi

Berbeda dari bakso biasa, bakso djanda kuahnya dibuat lebih pedas hingga berwarna kemerahan. Bahkan di dalam kuah tersebut sang pemilik mencampurkan olahan cabai, bawang, dan saus

WowKeren - Bakso menjadi salah satu kuliner yang paling populer di Tanah Air. Butiran daging sapi giling yang disajikan dalam kuah gurih dan nikmat membuat kuliner yang satu ini banyak disukai masyarakat.

Sajian bakso pun juga beragam tergantung pada kreativitas sang penjual. Seperti Bakso Djanda Jatisrono di Wonogiri. Namanya yang unik membuat orang penasaran sehingga tak heran jika warung bakso ini tak pernah sepi pembeli.

Bahkan sang penjual pun mengaku sering kehabisan stok karena banyaknya pembeli yang datang. Pemilik warung, Sri Eko Purnomo, pun membagikan cerita jika awal mulanya ia hanya menyediakan sebanyak 24 porsi setiap harinya.

Kian laris, ia pun menambah stok porsi harian hingga 50. Warung ini sedianya beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WIB. Namun, ia bercerita pernah suatu ketika baksonya ludes terjual saat jam masih menunjukkan pukul 14.00 WIB.


"Kemarin saja 50 porsi pukul 14.00 WIB sudah habis," tutur dia seperti dilansir dari Solopos, Kamis (16/7). "Akhirnya pembeli menikmati bakso biasa tetapi kuahnya memakai yang pedas."

Meski ia juga menyediakan menu mi ayam, namun pembeli lebih banyak yang tertarik mencoba bakso djanda. Berbeda dari bakso biasa, bakso djanda kuahnya dibuat lebih pedas hingga berwarna kemerahan. Bahkan di dalam kuah tersebut sang pemilik mencampurkan olahan cabai, bawang, dan saus.

Tak cukup sampai di situ, bentuk bakso juga tidak seperti bakso pada umumnya. Masih dilansir Solopos di dalam bakso berisi mi, sayuran, bakso bulat berukuran kecil, dan lima cabai rawit utuh yang sudah direbus. Karena rasanya yang teramat pedas, membuat orang yang menyantapnya akan berlinang air mata.

"Pedasnya dobel," kata pemilik. "Kuahnya sudah pedas di dalam bakso masih ada lima cabai rawit. Yang nggak suka pedas jangan coba-coba."

Terkait penamaan yang unik itu, pemilik terinspirasi dari watak sejumlah orang janda yang dikenalnya. Hingga sifat tersebut ia tuangkan dalam citarasa kuliner bakso "Saya sering menjumpai sosok janda yang cenderung sadis dan pedas. Kalau dalam istilah Jawa bersifat sengak,” jelas dia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts