Kim Kardashian Marah Besar Lihat Kampanye Perdana Kanye West sebagai Calon Presiden AS
Getty Images
Selebriti

Kim Kardashian disebut merasa sangat marah saat Kanye membahas tentang kemungkinan aborsi yang ia lakukan kala mengandung anak pertama mereka, North West, dalam kampanye perdananya.

WowKeren - Kampanye perdana Kanye West sebagai capres AS rupanya membuat sang istri, Kim Kardashian, merasa kesal. Diketahui, dalam kampanye di South Carolina yang digelar pada akhir pekan tersebut Kanye menangis saat membahas perihal aborsi dan menceritakan tentang keluarganya.

"Kim, keluarga dan teman-teman Kanye khawatir kepadanya. Kanye tidak dalam kondisi baik dan tak mau mendengarkan siapapun yang berusaha membantunya," kata seorang sumber, dilansir ET pada Selasa (22/7).

Bukan tanpa alasan, Kim disebut merasa sangat marah saat Kanye membahas tentang kemungkinan aborsi yang ia lakukan kala mengandung anak pertama mereka, North West. "Kim marah kepada Kanye karena kata-katanya kemarin, terutama tentang kemungkinan aborsi dan tak melahirkan North. Kim tahu itu akan menyakiti hati North ketika melihat itu saat dewasa nanti," tuturnya.

Saat kampanye, Kanye mengungkapkan banyak hal sambil berlinang air mata, termasuk kala ia dan Kim mendiskusikan kemungkinan aborsi. Tak hanya itu, rapper 43 tahun itu juga sempat menceritakan ketakutannya akan diceraikan oleh Kim Kardashian.

Akibat hal ini, Kim disebut-sebut berharap agar Kanye bisa mengakhiri keinginannya untuk menjadi presiden Amerika Serikat sebelum semakin merusak dirinya sendiri. Awalnya, Kim selaku istri secara terbuka mendukung rencana dan kampanye sang suami. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Pihak keluarga kemudian menjadi khawatir terhadap rencana tersebut karena mengetahui kebiasaan Kanye.


"Kanye memiliki kecenderungan untuk bekerja terlalu keras secara fisik, emosional dan mental dan tidak mengambil waktu untuk beristirahat dan mengatur ulang jadwalnya," tutur sumber.

"Kim akan selalu mendukung Kanye, namun dia tak harus selalu sepakat dengan suaminya, dan itulah yang membuat hubungan tersebut spesial," imbuh sumber tersebut.

Di sisi lain, Kanye sendiri mengumumkan perihal pencalonannya ini melalui akun Twitter miliknya sekitar dua lalu. "Kita sekarang harus sadar atas janji Amerika percaya kepada Tuhan, menyatukan visi dan membangun masa depan. Saya akan mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat! #2020VISION," cuit Kanye.

Kendati demikian, proses pemilihan umum telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Pemilihan Presiden AS 2020 sendiri akan resmi digelar empat bulan lagi. Oleh karena itu, agaknya terlalu telat bagi Kanye untuk mengumumkan perihal pencalonannya ini.

Bahkan Kanye sesungguhnya sudah telat mendaftar di sejumlah negara bagian. Sehingga, beberapa pihak sempat menduga hal itu hanya upaya Kanye West mempromosikan album keduanya yang bertajuk "Late Registration".

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts