Terungkap Ada 6 Tipe Infeksi Virus Corona Sesuai Gejalanya, Apa Saja?
Health

Peneliti dari Tim King's College London membagi para pasien COVID-19 ke dalam 6 kelompok berbeda sesuai gejala yang dirasakan demi memudahkan tim medis. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Ilmuwan dari Tim King's College London, Inggris baru-baru ini mengelompokkan pasien COVID-19 dalam 6 kelompok berdasarkan gejalanya. Dengan demikian, peneliti kembali mengungkap satu fakta baru soal infeksi COVID-19 dari segi gejala klinis yang dialami pasien, yang disesuaikan dengan hasil analisis data aplikasi pelacakan COVID-19.

Lebih lanjut terungkap bahwa keenam jenis COVID-19 ini berkorelasi dengan tingkat keparahan infeksi. Sehingga harapannya pengelompokan ini bisa digunakan untuk memprediksi apakah seorang pasien perlu dirawat di rumah sakit atau tidak, apakah perlu diberi bantuan alat napas atau tidak, atau hanya perlu diisolasi mandiri di rumah dengan pemantauan tim medis.

"Jika kamu dapat memprediksi setiap orang pada hari kelima, kamu punya waktu untuk memberikan dukungan dan intervensi awal," ujar Dokter Claire Steves, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/7). "Seperti memantau kadar oksigen dan gula darah, serta memastikan mereka terhidrasi dengan baik."


Secara umum, gejala yang biasa dialami pasien COVID-19 adalah batuk, demam, dan sesak napas. Selain itu pasien juga bisa mengalami gejala lain seperti sakit kepala, nyeri otot, diare, sampai kehilangan indera penciuman alias anosmia.

Tingkat keparahan gejala klinis yang dialami pun beragam. Ada yang hanya mengalami gejala flu ringan, atau muncul ruam di kulit, namun ada pula yang sampai mengalami hal yang parah dan sampai menyebabkan kematian.

Lantas seperti apa pengelompokan pasien COVID-19 berdasarkan gejalanya ini? Berikut penjelasan para peneliti, seperti dilansir dari Reuters.

  1. Tipe seperti flu tanpa demam: Gejala yang dialami biasanya meliputi sakit kepala, anosmia, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, namun tak mengalami demam.
  2. Tipe seperti flu dengan demam: Pasien di kelompok ini mengalami gejala serupa kelompok pertama namun ditambah dengan demam dan kehilangan nafsu makan.
  3. Gastrointestinal: Pasien di kelompok ini biasanya mengalami gejala seperti anosmia, kehilangan nafsu makan, diare, sakit tenggorokan, sakit dada, dan tidak batuk.
  4. Tipe parah tingkat I: Pasien akan mengalami sakit kepala, anosmia, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, dan kelelahan.
  5. Tipe parah tingkat II: Gejala pasien di kelompok ini kurang lebih sama seperti tipe parah tingkat I, hanya saja ditambah dengan kebingungan atau linglung dan nyeri otot.
  6. Tipe parah tingkat III: Gejala yang dialami seperti gabungan tipe I dan II, sehingga lebih kompleks, serta ditambah dengan sesak napas, diare, serta nyeri lambung.

Pasien yang masuk kategori tipe parah, baik di tingkat I, II, maupun III tidak disarankan menjalani perawatan mandiri di rumah. Pasalnya mereka sewaktu-waktu memerlukan alat bantu pernapasan dan pantauan dokter yang lebih intensif.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait