Inggris kembali menggelar konser pertamanya usai kebijakan lockdown dicabut. Meski begitu, penyelenggara tetap menerapkan aturan jaga jarak demi mencegah penyebaran virus corona di venue konser tersebut.
- Nidya Putri
- Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:59 WIB
WowKeren - Pemerintah dunia telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menyambut tatanan hidup normal baru (new normal) di tengah pandemi virus corona. Selama pandemi COVID-19, orang-orang diseluruh dunia dilarang untuk menggelar pertunjukan musik atau konser lantaran berisiko menimbulkan kerumunan.
Selain itu, kerumunan yang tercipta juga mempermudah penyebaran virus corona. Meski begitu, Inggris tetap berusaha untuk menggelar konser yang "aman" di tengah pandemi COVID-19.
Adalah tempat pop-up Inggris yang baru, Virgin Money Unity Arena, yang dipilih menjadi tempat uji coba untuk menggelar konser "aman" dari COVID-19 ini. Sekitar 2.500 penggemar berkumpul di tempat terbuka pada hari Selasa pekan lalu untuk menonton konser jaga jarak sosial (social distancing) pertama di Inggris.
Pengisi konser tersebut terdiri dari musisi Sam Fender dari salah satu dari 500 platform metal yang terangkat di arena di Gosforth Park, Newcastle, Inggris utara. Beberapa musisi dan komedian - termasuk Van Morrison, Jimmy Carr dan Bill Bailey - juga turut hadir dalam acara tersebut.
Jaga jarak diberlakukan pada saat kedatangan, tiap mobil yang diparkirkan akan diberi jarak satu sama lain sebanyak dua meter. Kemudian para penonton akan dipandu ke area pandang pribadi platform mereka sendiri, sementara makanan dan minuman dapat dipesan sebelumnya atau melalui aplikasi untuk pengambilan atau pengiriman.
Helen Page, merek grup dan direktur pemasaran di Virgin Money, berkomentar: "Kami senang berperan dalam menghadirkan kembali acara musik live saat kami mulai keluar dari lockdown," menurut kantor berita PA Media. "Ini terasa seperti kesempatan unik untuk merayakan musik dan semua emosi indah yang datang dengan mengalaminya secara langsung bersama penggemar musik lainnya."
Sementara itu, beberapa penyelenggara sedang bereksperimen dengan acara virtual, melewati konser, menggunakan alat pelindung diri, atau pemeriksaan suhu pada saat kedatangan. Meski begitu, beberapa pengunjung pesta memilih sambutan ilegal, dengan beberapa acara menarik ribuan orang.
(wk/nidy)