Selain fasilitas serba contact less, salah satu bandara tersibuk di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), juga menghadirkan anjing pelacak untuk mengendus penumpang yang terinfeksi virus corona (COVID-19).
- Nidya Putri
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:48 WIB
WowKeren - Di era normal baru atau new normal bandara di berbagai negara telah kembali beroperasi. Meski begitu, pihak bandara tetap perlu memperketat arus lalu lintas perjalanan penumpang demi mencegah penyebaran kasus baru virus corona.
Seperti yang dilakukan oleh Bandara Dubai di Uni Emirat Arab (UEA). Selain menghadirkan fasilitas serba contact less, salah satu bandara tersibuk di UEA itu juga menggunakan anjing pelacak untuk mengendus penumpang yang terinfeksi virus corona. Bukan sembarang anjing, hewan-hewan tersebut telah melewati pelatihan khusus.
Dilansir Travel and Leisure, bukan tanpa alasan, Bandara Dubai mengklaim anjing mampu mendeteksi virus pada manusia dengan akurasi 92 persen. Anjing memiliki sekitar 300 juta resepsi penciuman, memberi mereka indra penciuman yang diperkirakan 100.000 kali lebih sensitif daripada manusia.
Hal ini yang membuat membuat anjing kerap digunakan untuk membantu tugas manusia. Seperti anjing pelacak yang digunakan oleh polisi.
Di bandara Dubai, anjing-anjing tersebut nantinya akan bekerjasama dengan para petugas di bandara. Semua penumpang yang tiba di Uni Emirat Arab harus menunjukkan hasil negatif COVID-19 dari tes medis yang dilakukan tidak lebih dari 96 jam sebelum perjalanan mereka. Tetapi penumpang dari negara berisiko tinggi dan mereka yang menunjukkan gejala sering kali harus menjalani pemeriksaan lanjutan di bandara.
"Kamu tidak perlu khawatir, tidak ada kontak langsung antara anjing, sampel, atau penumpang," kata pihak bandara dalam keterangannya. "Jika anjing pelacak nantinya mendeteksi hasil positif, penumpang akan dibawa untuk tes swab."
Penggunaan anjing sebagai pendeteksi orang yang terinfeksi virus corona ini bukanlah yang pertama kali terjadi di dunia. Sebelumnya percobaan ini telah dilakukan di Bandara Prancis dan di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Percobaan ini untuk melihat seberapa keakuratan anjing dalam mengidentifikasi COVID-19.
(wk/nidy)