Joy menjadi berita utama karena mengenakan kaus yang menuai kontroversi di kalangan pria. Idol besutan SM Entertainment itu dikritik karena tulisan kaus berbau feminis.
- Chusnul Chotimah
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 12:43 WIB
WowKeren - Joy Red Velvet menjadi berita utama karena mengenakan kaus yang menuai kontroversi di kalangan pria. Idol besutan SM Entertainment itu dikritik karena tulisan kaus berbau feminis.
Pada 19 Agustus, Joy berbagi serangkaian foto yang diambil ketika ia pergi dengan Seulgi untuk mempromosikan udara bersih di Korea pada hari "Langit Biru Untuk Semua". Ia menarik perhatian karena kaus dengan tulisan berbunyi, "Kita semua harus menjadi feminis."
Ternyata kaus itu dari merek mewah Dior. Fans membela Joy dengan mengatakan bahwa ia mungkin akan memakainya karena merek tersebut telah mensponsorinya untuk penampilan tersebut.
Namun banyak netizen yang memperhatikan bahwa Joy tidak menandai merek tersebut di fotonya. Di foto lain, Joy biasanya menandai akun resmi jika pakaian tersebut disponsori oleh merek tertentu.
Meskipun tidak ada yang salah dengan feminisme, beberapa orang di Korea Selatan masih memiliki persepsi negatif terhadap keyakinan tersebut, terutama pria. Mereka percaya bahwa wanita feminis keras kepala dan banyak menuntut.
"Bukankah kaus Joy terlalu egois?" kritik netizen. "Dia jelas tahu bahwa ini akan menjadi kontroversial, tetapi tidakkah dia tahu bahwa ini akan merugikan member lain juga? Aku tidak mengerti kenapa feminis hanya berpikir tentang diri mereka sendiri. Dia sangat egois," sahut netizen lain.
Beberapa netizen di sisi lain membela Joy, mengatakan, "Mereka hanya mengatakan itu karena dia cantik, memiliki tubuh yang bagus dan menghasilkan banyak uang dan mereka iri padanya. Mereka ingin dia bertindak patuh, tapi karena dia bukan anak kecil tanpa otak, mereka tidak mau mengakui bertanggung jawab atas dirinya."
"Pria-pria itu seharusnya keluar dari fandom Red Velvet. Kami tidak butuh penggemar pria," tambah netizen. "Mereka melakukan omong kosong ini terhadap Irene juga, sekarang Joy," sahut yang lain. "Mereka biasa menyebut orang feminis yang tidak bisa menerima cinta dari laki-laki. Jadi Joy seharusnya tidak menjadi feminis menurut definisi mereka jadi kenapa mereka memakinya? Dia hanya mengenakan pakaian, omong kosong apa ini?" pungkas lainnya.
(wk/chus)