Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito membocorkan metode pengobatan pasien Corona meski saat ini belum ada vaksin dan obat yang benar-benar manjur untuk penyakit ini. Simak selengkapnya berikut.
- Elvariza Opita
- Jumat, 21 Agustus 2020 - 12:32 WIB
WowKeren - Perihal vaksin dan obat untuk menyembuhkan pasien COVID-19 masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan para profesional bidang terkait. Padahal di sisi lain saat ini pun sudah banyak pasien COVID-19 yang berhasil sembuh. Sehingga belakangan muncul pertanyaan, bagaimana bisa pasien-pasien ini sembuh padahal belum ada obat yang efektif?
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, pun membeberkan bagaimana langkah tim medis Indonesia menangani pasien positif Corona. "Sebagian menunjukkan efek positif, meskipun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif," tegas Wiku sejak awal, Jumat (21/8).
Menurutnya metode pengobatan ini dikembangkan oleh lima asosiasi dokter di Indonesia. Kelimanya adalah Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) dan Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).
Asosiasi yang sama juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memberikan alur penanganan penderita COVID-19. Tujuannya supaya dokter-dokter di Indonesia bisa memberikan pengobatan yang terbaik sesuai ketersediaan obat dan fasilitas pelayan kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah.
Penanganan pasien ini pun berbeda disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala klinis yang dialami. "Disampaikan, bahwa untuk pasien-pasien dengan gejala ringan, selain isolasi mandiri, diberikan beberapa obat, salah satunya tentang vitamin, vitamin C, antivirus dan beberapa antivirus yang memiliki potensi menyembuhkan COVID-19," jelas Wiku, dilansir dari situs resmi covid19.go.id.
Beberapa obat antivirus yang dimaksud adalah remdesivir, favipiravir, lovinavir-ritonavir, oseltamivir. Selain itu medis juga akan memberikan obat untuk meringankan gejala klinis seperti parasetamol untuk menurunkan demam.
"Sedangkan untuk gejala sedang ada beberapa obat yang direkomendasikan yaitu klorokuin, azitromisin," tutur Wiku. "Dan beberapa antikoagulan, apabila terjadi terjadi potensi penggumpalan darah."
Sedangkan untuk gejala berat diberikan kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya. "Kami sampaikan ini agar dokter-dokter yang menangani pasien COVID-19 dapat betul-betul dapat memilih pengobatan yang terbaik," pungkas Wiku.
Sedangkan beberapa waktu lalu terungkap untuk orang tanpa gejala yang positif Corona ternyata hanya memerlukan dua hal agar bisa mengatasi virus tersebut. Kamu bisa melihat informasi detailnya di sini.
(wk/elva)