Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat Ade Putra menuturkan jika pohon ini berbeda dari pohon-pohon lainnya. Menurutnya, pohon ini istimewa karena tumbuh di hutan rakyat.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 21 Agustus 2020 - 14:51 WIB
WowKeren - Pohon medang di Sumatera Barat diklaim sebagai pohon berukuran raksasa yang terbesar di Indonesia. Pohon ini berada di hutan rakyat Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam.
Klaim itu bukan tanpa dasar. Pasalnya, pohon yang berusia sekitar 560 tahun ini memiliki diameter selebar 4,6 meter dengan lingkar batang 14 meter.
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat Ade Putra mengatakan jika pohon ini tak hanya menjadi yang terbesar di Indonesia namun juga dunia. Sebab, lebar diameternya mengalahkan kayu yang ada di Selandia Baru.
"Pohon kayu ini merupakan yang terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," kata Ade dilansir Antara, Jumat (21/8). "Karena kayu tane mahuta di Selandia Baru saja berukuran 4,4 meter (diameternya)."
Ade menuturkan jika pohon ini berbeda dari pohon-pohon lainnya. Menurutnya, pohon ini istimewa karena tumbuh di hutan rakyat. "Kalau di hutan lindung ditemukan pohon kayu besar itu hal biasa, namun tumbuh di hutan rakyat hal luar biasa," katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Koto Malintang Naziruddin, mengatakan jika pohon kayu itu ditemukan pada 2013 lalu. Ke depan, ia akan menambah destinasi wisata di kawasan itu dengan menjadikan tempat tumbuh pohon medang tua tersebut sebagai objek wisata alam.
"Selama ini wisatawan hanya berkunjung ke Museum Buya Hamka dan setelah itu langsung ke Bukittinggi," ujar Naziruddin masih dilansir Antara. "Dengan adanya destinasi itu, maka wisatawan bisa berkunjung ke kayu besar."
Sementara itu, masih di Kabupaten Agam, bunga Rafflesia jenis Arnoldi juga telah mekar di wilayah ini dan menjadi yang terbesar hingga memecahkan rekor dunia.
Sebelumnya di lokasi yang sama, bunga rafflesia terbesar yang mekar hanya berdiameter 107 sentimeter pada 2017 lalu. "Ini rekor bunga rafflesia tuan-mudae yang terbesar di dunia dengan diameter 111 centimeter," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Khairi Ramadhan dilansir Kompas.
(wk/zodi)